KPK Tangkap Dua Orang Terduga Jual Beli Jabatan Pemkab Klaten

KPK Tangkap Dua Orang Terduga Jual Beli Jabatan Pemkab Klaten

KPK Tangkap Dua Orang Terduga Jual Beli Jabatan Pemkab Klaten. Komisi Pemberantasan Korupsi terus nyidiki kasus dugaaan suap yang berada Pemerintahan Kabupaten Klaten Jawa tengah dengan jual beli jabatan.

Dalam pengembangannya penyidik kembali menangkap dua orang tersangka yaitu Bambang Teguh Setia selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, dan Sudirno selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten.

Penetapan terserbut merupakan pengemangan dari kasus operasi tangkap tangan sebelumnya yang di lakukan KPK.

Bambang diduga ditangkap bersama dengan tersangka lainnya yaitu Sri Hartini yang diperkirakan menerima hadia dari tersangka Suramlan yang merupakan Kepala Seksi Dinas SMP Pendidikan Klaten. Bambang dijerat dengan Pasal 12 a atau Pasal 12 b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHAP

Sedangkan Sudirno diduga menerima hadia dari proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten pada tahun 2016. Sudirno dijerat dengan Pasal 12 a atau Pasal 12 b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHAP.

Pada pengembangan penyidikan.KPK menyita Rp 3 miliar di kamar anak Sri Hartini yaitu Andy Purnomo, yang juga anggota DPRD Klaten. Andy diduga sebagai penerima uang jual beli jabatan.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi juga sudah menetapakan Bupati Klaten Sri Hartini. Sebagai tesangka dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di dalam Pemkab Klaten.

KPK menetapkan Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Klaten yaitu
Sri Hartini ditangkap bersama tujuh orang lainnya pada 30 Desember 2016, Dari delapan orang yang ditangkap. KPK hanya menetapkan dua orang tersangka Sri Hartini dan Suramlan yang merupakan Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Klaten.

Bupati Klaten Sri Hartini duduga menerima suap sekitar Rp 2 Miliar dalam bentu US$ 5.700 dan 2.035 dalam bentuk Dollar Singapore. Uang tersebut dari seoarang yang memesan jabatan tersebut.

Sementara ke enem orang tersebut dilepaskan seusai di periksa oleh pihak kpk selama 1×24 jam. Ke Enam orangt ersbut merupakan tiga pegawai negeri sipil yaitu Nina Puspitarini. Bambang Teguh, dan Slamet, dan tiga dari pihak swasta bernama Panca Wardhana. Sukarno, dan Sunarso.

dewadominoqq

error: Content is protected !!