KPK Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Suap Pengadilan Negeri. Komisi

Be Sociable, Share!
KPK Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Suap Pengadilan Negeri. Komisi

KPK Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Suap Pengadilan Negeri. Komisi. Pemberantasan Korupsi atau KPK menangkap Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection Yunus Nafik dan  General Manajer PT ADI Rachmadi Permana.

KPK pun menetapkan Yunus Nafik sebagai tersangka dalam kasus duagaan suap pengurusan gugatan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tangkapan tersebut terungkap setelah beberapa pihak penyidik KPK tiba dipelataran di Gedung KPK.

Yunus Nafik Di tangkap oleh KPK sekitar pukul 20.25 WIB, Saat itu pihak penyidik membawa Yunus Nafik dan General Manaher PT DKI rachmadi Permana ke gedung KPK

Saat keduanya turun dari mobil tahanan KPK, terlihat Yunus mengenakan pakaian kemeja putih di lengan pendek dan Rachmadi menggenakan batik hitam bercorak kotak kotak bercorak hijau lengan pendek.

Yunus dan Rachmadi di jaga oleh sejumlah penyidik yang mengenakan masker, saat di mintai keterangan keduanya tidak memberikan komentar dengan memasuki ruangan steril KPK.Keduanya terlihat menunduk menaiki tanggan menunjuh lantai 2 ruangan pemeriksaan KPK.

Saat dimintai keterangan kepada Ketua KPK Agus Rahardjo .Mengenai penangkapan Yunus Nafik dan Rachmadi Permana membenarkan. Bahwa keduanya di tangkap terkait dengan Operasi Tangkap Tangan ( OTT) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada 21 Agustus 2017 lalu.

Dalam kasus ini, Pihak Penyidik KPK sudah menggeledah sebuah lokasi yang beradad di Surabaya. Dari hsail pengeledahan dan gelar perkara yang akhirnya KPk menetapkan Yunus sebagai tersangka pemberian suap.

“Ini terkait dengan OTT d‎i PN Jaksel. Dari hasil penggeledahan Surabaya malam ini, tersangka sudah tambah satu lagi Dirut PT ADI YN (Yunus Nafik)” Ucapnya.

Dalam kasus suap ini KPk sudah menetapkan dua orang tersangka dengan suap sebesar Rp 425 Juta. Sebagai Tersangaka pemberi suap adalah kuasa hukum PT ADI Akhmad Zaini.  Dengan penerima suap adalah Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tarmizi.

Penyuapan dengan nomer perkara 688/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL dimaksudkan gugatan EJFS Pte Ltd terhadap PT ADI ditolak dan menerima gugatan rekonvensi PT ADI.

Perusahaan EJFS Pte Ltd berkedudukan di Singapura, sedangkan PT ADI di Sidoarjo, Jawa Timur. PT ADI bergerak di bidang minyak dan gas bumi (migas) dengan pekerjaan bawah air berupa marine surve dan instalasi pipa bawah air.

PT ADI digugat karena telah melakukan perjanjian dan tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai tepat waktu. Mengakibatkan kerugian bagi penggugat EJFS Pte Ltd.‎ Dalam gugatannya, EJFS Pte Ltd . Dalam Gugatan ganti rugi tersebut senilai lebih dari USD 7,6 Juta dan Dollar Singapore Sebesar SGD 131.000

dewadominoqq

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!