KPK Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka Kasus KTP Elektronik 

KPK Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka Kasus KTP Elektronik

KPK Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka Kasus KTP Elektronik. Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK )Menetapkan Ketua DPR yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka dalam Kasus Korupsi E-KTP.

Setya Novanto diduga telah melakukan tindakan korupsi dalam menguntungkan dirinya sendiri atau kelompok dalam pengadaan proyek e-KTP yang merugikan Negara Sebesar Rp 2.3 Triliun

Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan bahwa keputusan KPK menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka di ambil setelah pengembangan diselidiki persidangan Irman dan Sugiharto dalam kasus e-KTP pada tahun 2011-2012 pada Kemendagri.

KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan ketua DPR tersebut sebagai tersangka. Setya diduga Dengan tujuan menyalahgunakan kewenangan sehingga mengakibatkan Negara Rugi sebesar Rp 2,3 Triliun. Dengan nilai proyek Pengadaan e-KTP sebear Rp. 5,9 Triliun

Sebelumnya nama Setya Novanto disebut sebut dalam kasus korupsi berjamaah e-KTP yang pada saat itu Setya Novanto menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar dan Andi Narogong selaku peyedia barang dan jasa di lingkungan Kemendagri. Yang di perkirakan mendapat bagian sebesar Rp 574 Miliar dalam Korupsi tersebut.

“Novanto diduga merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun. Setya Novanto selaku ‎mantan Ketua Fraksi Partai Golkar melakukannya diduga bersama-sama dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong,” ujar Agus.

Atas perbuatannya, Setya Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham memastikan partainya tidak akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dalam waktu dekat. Menyusul ditetapkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka.

Idrus beserta pihaknya langsung melakukan pembahasan terkait hal tersebut. Kami sudah rundingkan dan masih belum ada wacana untuk mengelar Munaslun kedepannya.

Menurut Idrus, Kami akan melakukan mekanisme sesuai tatanan yang ada di dalam Partai Golkar. Jika Ketua Umum ditetapakn menjadi tersangka ucapnya

dewadominoqq

error: Content is protected !!