KPU Sebut Mantan Narapidana Korupsi Tidak Bisa Mencalonkan Menjadi Cagel

Be Sociable, Share!
KPU Sebut Mantan Narapidana Korupsi Tidak Bisa Mencalonkan Menjadi Cagel

KPU Sebut Mantan Narapidana Korupsi Tidak Bisa Mencalonkan Menjadi Cagel. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi menyampaikan bahwa. Pihaknya akan tetap melarang mantan narapidana korupsi maju dalam pencalonan legislatif di Pemilu Serentak 2019. Nantinya ketentuan itu masuk dalam rancangan PKPU.

“Lalu, soal aturan mantan napi koruptor itu kita tetap. Iya tetap untuk tidak memperbolehkan,” kata Pramono

Larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg tertera pada pasal 7 ayat 1 huruf (j). Aturan tersebut berbunyi ‘bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota adalah WNI dan harus memenuhi syarat bukan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi’.

Soal potensi gugatan mengenai aturan tersebut ke Mahkamah Agung, Pramono menegaskan KPU siap menghadapi.

Pramono mengklaim pihaknya telah menyiapkan penjelasan logis untuk tetap memberlakukan larangan bagi eks narapidana korupsi untuk maju menjadi caleg.

“Enggak lah. Gugatan ke Mahkamah Agung ya kita akan siapkan argumen dan penjelas dan lain-lain. Sebab kami senang jika aturan yang kami buat itu, nanti kami akan bisa beradu argumen di forum judicial review di Mahkamah Agung,” tegasnya.

Pramono mengungkapkan mengenai alasan KPU menerapkan aturan tersebut karena ingin menjalankan amanat reformasi yakni memberantas Korupsi.

Tujuannya agar anggota DPR yang lahir dari proses Pemilu 2019 berintegritas dan bebas dari suap maupun korupsi.

“Sebab ini kan juga hati-hati. Ini adalah 20 tahun reformasi. Dan saya dulu juga termasuk oranga yang dulu menduduki kantor ini. Salah satu aspirasi kita saat reformasi dulu kan memberantas korupsi ya,” ucapnya

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, aturan soal larangan bagi eks napi korupsi maju di Pileg 2019 tidak bermaksud mencabut hak politik dari seseorang.

“Enggak, ada enggak kemarin yang bilang begitu. Semua anggota sepakat kita bentengi, kita atur. Cuman kan, ada yang minta itu pakai SE (Surat Edaran) sajalah, itu diingatkan sajalah, itu pakai imbauan sajalah. Semua bersemangat enggak boleh,” ucapnya

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!