Krisis Listrik Gaza Hanya Menyala Enam Jam Sehari

Be Sociable, Share!
Krisis Listrik Gaza Hanya Menyala Enam Jam Sehari

Krisis Listrik Gaza Hanya Menyala Enam Jam Sehari. Pembangkit Listrik yang berada di Wilayah Gaza Palestina telah berhenti beroperasi di karenakan kehabisan bahan bakar. Hal tersebut membuat Warga Palestina yang berada di wulayah gaza hanya bisa menikmati listrik enam jam dalam satu hari

Kepala Penyedia Listrik Gaza, Metir Menurutkan bawah seluruh bahan bakar untuk persediaan listrik gaza sudha habis, bahan bakar yang sebelumnya di beli dari dana bantuan dari negara Qatar dan Turki. Namun untuk sekarang kami masih belum membeli bahan bakar di karenakan dana tidak ada.

Menurutnya Kami masih belum memastika kapan wilayah tersebut akan menerima pasikan dari bantuan negara lain , di karenakan pembagian Listrik di gaja dan di tepi barat berbeda, antara wilayah yang di kuasi kelompok Fatah an Hamas

Sebelumnya dalam perjanjian untuk pembagian kekuasan antar Hamas dan Fatah gagal terwujud, Udah itu Blokade pihak israel membuah rakyat menderit. Keterbatasan pasokan seperti listrik dan bahan bahan pokok adalah kunci utama.

Metir menjelaskan bawah Penggunaan listrik harus di dampingi dengan bahan bakar. Pihak listrik gaza tidak mampu membayar bahan bakar yang semakin Mahal yang di kenakan oleh otoritas Paletina saat ini.

Menurutnya kami hanya punya sekitar enam jam Listrik yang menyala selama sehari. Nanti tiba tiba listrik mati selama lebih dari 12 jam dan kemungkinan jauh semakin hari semakin buruk karna keterbatasan bahan bakar. Semakin hari semakin berkurang jam nyalanya.

Sempat pada pekan lalu aksi protes kelistrikan di lontarkan oleh masyarakat Gaza. Meteri Kesehatan Gaza menyebutkan terganggunya pasokan listrik akan membahayakan warga. Maupun membahayakan pasien yang berada di rumah sakit. Pasien di rumah sakit  memerluka pasokan listrik Jika terjadi penutupan listrik dari gaza pihak masyarakat akan bergantung pada pasokan liostrik yang di sediakan oleh Israel maupun Mesir

Menurut sejumlah kelompok internasional. 80 persen warga Gaza hidup dari bantuan kemanusiaan dan lebih dari setengah mereka merupakan warga miskin. Dan dari sisahnya warga menengah yang bisa beli listrik dari Israel.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!