Mark Zuckerberk Didesak Mundur Dari Board of Directors Facebook

Be Sociable, Share!

Baru-baru ini, beberapa pemegang saham Facebook yang tergabung dalam kelompok SumOfUs mendesak Mark Zuckerberg untuk mundur dari posisinya sebagai Board Chairman atau ketua dewan direksi. Saat ini, Zuckerberk memang memegang dua jabatan di Facebook, yaitu CEO dan Board Chairman. Pada dasarnya, tugas dari Board of Directors adalah mengawasi kinerja CEO dalam menjalankan perusahaan serta menentukan kebijakan terbaik bagi semua pihak, termasuk pengguna, karyawan, dan para pemegang saham.

Zuckerberg dikhawatirkan tidak mampu menjaga independensi saat berperan sebagai Board Chairman dikarenakan oleh kedua posisi yang saling berhubungan itu dipegang oleh Mark Zuckerberg sendiri. Dengan menduduki dua jabatan ini, Zuck dapat membuat kebijakan – kebijakan yang menguntungkan dirinya sendiri.

Untuk itu, perwakilan SumOfUs telah mengirimkan proposal untuk meminta Zuckerberg turun dari jabatannya sebagai Board Chairman karena dianggap membayakan kelangsungan bisnis Facebook dalam jangka panjang. Proposal ini didasari oleh petisi online yang ditandatangani oleh 333.000 orang, 1.500 di antaranya memiliki saham Facebook. Mereka meminta Facebook untuk meningkatkan independensi perusahaannya.

Isi dari proposal tersebut juga mengklaim bahwa kesuksesan masa depan Facebook memerlukan keseimbangan kekuatan antara CEO dan dewan direksi. Menurut ketua perwakilan SumOfUs tersebut, ketua yang independen merupakan langkah awal yang harus dilakukan untuk menjadikan dewan direksi Facebook lebih mewakili kepentingan seluruh pemegang saham.

Penasihat SumOfUs, Lisa Lindsley, memberikan contoh keputusan yang diambil oleh Board of Directors Facebook pada tahun 2016 lalu. Saat itu Facebook menerbitkan saham kategori baru yaitu saham Class C yang bersifat nonvoting. Saham ini dibagikan kepada seluruh pemegang saham Facebook sebanyak dua lembar Class C per lembar saham reguler (Class A / Class B) yang dimiliki. Karena sifat saham Class C yang nonvoting, maka tambahan saham Class C bagi pemilik saham reguler tidak memberikan tambahan pada hak suaranya (vote).

Keputusan ini diduga dikeluarkan oleh Board of Directors sebagai hasil dari janji Zuckerberg yang akan menyumbangkan 99% sahamnya kepada yayasan amal yang dia dirikan bersama istrinya, Priscilla Chan. Dengan keberadaan saham Class C, Zuckerberg masih mempunyai saham Class B yang tiap lembarnya mengandung 10 hak suara.

Saat ini Zuckerberg diperkirakan memiliki 15% saham Facebook yang sebagian besar tergolong Class B. Artinya, sang pendiri Facebook ini masih menguasai 53.8% hak suara. Sehingga bisa dikatakan bahwa Mark Zuckerberg masih memegang kendali penuh atas Facebook. Anggota dewan direksi Facebook lainnya seperti Susan Desmond-Hellmann, Reed Hastings, Erskine Bowles, Marc Andreessen, dan Peter Thiel memang termasuk independen. Namun, beberapa nama tersebut dikenal memiliki kedekatan dengan Mark Zuckerberg. Dengan begitu, dapat dilihat bahwa Zuckerberg adalah satu-satunya tokok yang punya kekuasaan di Board of Directors.

Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang posisi CEO dan Board Chairman diisi oleh orang yang sama . Tesla, Walt Disney Company, IBM, Amazon, Netflix, dan Salesforce juga melakukan hal serupa.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!