Polisi Menunggu Laporan Ahok Soal Cuitan Ahmad Dhani

Be Sociable, Share!

Polisi Menunggu Laporan Ahok Soal Cuitan Ahmad Dhani

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono  mempersilakan anggota masyarakat yang merasa terganggu dengan cuitan musisi Ahmad Dhani di akun Twitter untuk melapor.

Cuitan Ahmad Dhani yang dimaksud yaitu: “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya – ADP.”

“Ahok sengaja di paksakan jd DKI 1 supaya ada kontak dgn UMAT??? mudah2an tidak sampe kontak senjata… ADP,”

“Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS??? – ADP,”

“Mohon Maaf saya kepada Majelis Penista Agama, jika cuitan saya di anggap menyakitkan – ADP,”

Kata Argo, saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan. Namun, pihaknya tetap bisa melakukan penyidikan meskipun belum ada yang lapor. “Kami selidiki bisa, kalau ada orang yang merasa dirugikan, melapor juga bisa. Nggak masalah,” katanya.

“Kan lebih bagus ada aduan masyarakat, sebagai dasar untuk melakukan kegiatan penyelidikan. Kalau ada laporan kan lebih memudahkan, karena SOP (standar operasional prosedur)-nya seperti itu ya,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (8/3/2017).

Termasuk dari tim kuasa hukum Ahok, bila merasa dirugikan atas cuitan Ahmad Dhani, “Ya silahkan,”kata Argo.

Sementara itu terkait kasus dugaan penghinaan terhadap presiden, Argo mengatakan, penyidik masih melakukan pemberkasan untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI.

“Belum, tapi sedang pelengkapan berkas. Sudah (diperiksa). Tinggal menyusun berkasnya,” pungkas Argo.

Sebelumnya, Riano Oscha melaporkan Ahmad Dhani terkait kasus dugaan penghinaan Presiden. Riano adalah Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi (LRJ). Laporan serupa dilayangkan organisasi relawan Jokowi lainnya, Projo (Pro-Jokowi).

Dua organisasi itu melaporkan Dhani lantaran orasinya pada demo 4 November 2016 dinilai menghina Presiden. Pria yang kini jadi calon wakil bupati Bekasi, Jawa Barat, itu diduga melanggar Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

Laporan terhadap Dhani tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/5423/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 7 November 2016. Dari Pasal yang dimuat dalam laporan, Dhani terancam hukuman maksimal satu tahun enam bulan penjara.

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!