Militer Irak Klaim Merebut Kembali Kota Hawija Dari ISIS

Be Sociable, Share!
Militer Irak Klaim Merebut Kembali Kota Hawija Dari ISIS

Militer Irak Klaim Merebut Kembali Kota Hawija Dari ISIS. Pemerintah irak Menyampaikan bahwa Tentara Irak telah sukses merebut wilayah pertahanan terakhir ISIS yang berada di bagian Utara pada Kamis, 5 Oktober waktu setempat.

Pesen tersebut di konfirmasikan oleh tentara gabungan Irak Amerikat dengan menyebutkan Kota Hawija dan sekitarnya sukses direbut dari tangan ISIS, maka kawasan kelompok teroris itu mungkin semakin menipis di Negeri 1001 Malam.

Letjen Abdul Ameer Rasheed Yarallah, komandan operasi gabungan militer Irak menyampaikan Selain di Hawija, pertempuran juga melebar ke wilayah perimeter kota di utara dan timur.

“Divisi Lapis Baja ke-9 AD Irak, kepolisian, pasukan pendukung, dan Popular Mobilisation telah merebut Hawija,”

Beredarnya video mengenai tentara Irak menancapkan bendera di salah satu alun-alun utama kota Hawija menunjukan kota tersebut sudah berada di tangan tentara Irak.

Sementara itu terlihat, kendaraan militer lain berpatroli di jalan kota, yang penuh oleh mobil bekas perang, puing, dan bangunan yang rusak Akibat peperangan antara

Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB ) menyampaikan bahwa Irak melaksanakan operasi ofensif di Hawija pada 21 September. Dimana sekitar 78.000 penduduk sipil terjebak dalam kota itu dalam peperangan,

Keberhasilan koalisi gabungan antara Militer Irak dengan Amerika serikat merebut Hawija yang bersebelahan dekat dengan Kirkuk. Kota kaya minyak yang dikuasai oleh etnis Kurdi membuat wilayah ISIS semakin menipis. Kebutuhan militer ISIS semakin berkurang.

Kelompok ISIS untuk sekarang hanya menyisakan segelintir kecil basis di barat Irak dekat dengan perbatasan Suriah.

Menurut pemberitahuan. kota yang masih di pengang kelompok ISIS yaitu Qaim, 350 km barat daya Hawija. Dekat dengan perbatasan Suriah. Mereka juga masih menguasai kota di Suriah yang dekat dengan Qaim di Irak.

Terlihat para kelompok militan ISIS yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi mulai meninggalkan medan pertempuran. Kelompok tersebut karena semakin terdesak oleh koalisi gabungan. Maupun paramiliter Shia yang didukung Iran Rusia.

Komunitas Arab dan Turki tinggal bersama dengan etnis Kurdi yang dominan di  kota Kirkuk. Kota yang diklaim selama lebih sebagai jantung Kurdistan

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!