Nasib Om Telolet Om Segera Berakhir

Be Sociable, Share!

Nasib Om Telolet Om Segera Berakhir

Nasib Om Telolet Om Segera Berakhir – Fenomena Om Telolet Om menjadi sebuah hiburan tersendiri yang membuat semua kalangan demam akan fenomena ini. menjadi sesuatu yang sangat menarik melihat keceriaan anak –anak yang dengan setia menanti bis telolet. Bahkan bagi supir bus sepertinya mereka juga punya kesenangan sendiri saat melihat tawa anak-anak yang setia menanti klakson yang mereka bunyikan.

Dalam beberapa pekan terakhir, klakson ‘telolet’ menjadi perbincangan masyarakat dunia. Sejumlah musikus yang sebelumnya terheran-heran, kini malah ikut serta menyebarkan virus ‘om telolet om’ kepada seluruh penggemarnya.

Namun nasib dari Om Telolet Om sepertinya akan segera berakhir. Karena polisi dan pemerintah sepakat untuk menghentikan fenomena tersebut.

Seperti yang telah disampaikan oleh Kasubit Gakkum Dirlantar Polda Metro Jaya AKBP Budianto yang menyatakan dengan tegas bahwa pemasangan klakson telolet itu merupakan suatu bentuk pelanggaran hukum. Karena klakson tersebut tidak sesuai dengan standar yang telah tercantum dalam aturan lalu lintas.

Budianto menyamakan penggunaan klakson telolet itu dengan pemasangan sirine pada kendaraan non-operasional polisi. Menurut Budianto modelnya sama. Masyarakat tidak boleh menggunakan, karena itu melanggar pasal 227 UU No. 22 Tahun 2009 tentang angkutan jalan.

Pelanggaran itu dilakukan bukan tanpa alasan, salah satunya yaitu faktor keselamatan. Dimana bunyi keras yang berasal dari klakson tersebut dapat membuat orang lain kehilangan konsentrasinya dan menimbulkan kecelakaan.

Budianto juga menyatakan aka nada tindakan penegakan hukum seperti tilang atau penyuluhan. Tergantung pada kadar kesalahan.

Sependapat dengan polisi, anggota Komisi V Fraksi Gerindra Nizar Zahro juga menyarankan agar sopir bus tidak memodifikasi klakson yang menyalahi aturan. Dirinya menilai aksi Om Telolet Om itu membahayakan keselamatan.

Dia menyarankan Polda di setiap daerah memasang spanduk yang berupa larangan anak-anak berburu klakson. Alasannya yaitu, aktivitas ini mengganggu dan membahayakan. Fenomena Om Telolet Om ini juga membuat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi angkat bicara. Disisi lain, dia memahami anak-anak tersebut hanya mencari hiburan.

Tetapi Budi berbicara soal keselamatan anak-anak. Karena, kebiasaan ini bisa membahayakan keselamatan mereka karena dilakukan di pinggir jalan raya besar. dia menanyakan apakah kegemaran itu ada manfaatnya dan apakah kegemaran itu membahayakan orang.

Budi mengimbau sopir bus untuk tidak melayani permintaan dari anak-anak yang meminta klakson telolet dibunyikan. Selain itu dia juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk mengawasi anak-anaknya.

Sehingga anak-anak tidak mengikuti tren yang menjadi sebuah perbincangan artis-artis dunia. Keselamatan anak-anak harus diutamakan meskipun hanya untuk mencari sebuah hiburan semata.

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!