NATO Akan Umumkan Penambahan Anggota Baru Dalam KTT Tahunan

Be Sociable, Share!
NATO Akan Umumkan Penambahan Anggota Baru Dalam KTT Tahunan

NATO Akan Umumkan Penambahan Anggota Baru Dalam KTT Tahunan. Aliansi pertahanan terbesar di Atlantik Utara atau yang di sebut NATO, dikabarkan memperluas keanggotaannya dari 29 negara menjadi 30 negara. Kebijakan tersebut resmi berlaku pada agenda pertemuan tahunannya nanti yang digelar bulan depan.

Salah satu alasan penambahan anggota itu adalah karena Yunani dipastikan akan segera menyelesaikan perselisihan dengan bekas Republik Yugoslavia Makedonia. Perselisihan itu dikarenakan nama belakang Makedonia serupa dengan salah satu wilayah Yunani.

NATO sendiri pun akan menerima keanggotaan Republik Yugoslavia Makedonia jika negara tersebut nantinya akan menyelesaikan sengketa dengan Yunani. Hal tersebut guna menghindari konflik klaim wilayah di kemudian hari.

Damon Wilson dari Dewan Atlantik menyampaikan bahwa nantinya NATO  mengadakan KTT tahunan bulan depan di Brussels akan lebih banyak negara anggota. Berarti punya kemampuan lebih besar untuk mendorong tujuan bersama dalam menghadapi tantangan baru kedepannya.

“Ketika orang-orang khawatir tentang NATO, ancaman Rusia, perpecahan di dalam G-7, dan banyak ketidakpastian tentang apa yang dilakukan Amerika terhadap sekutu-sekutu Eropanya, saya pikir ini menunjukkan bahwa kerjasama itu masih berlangsung, dan NATO masih relevan,” ujar Damon Wilson

Garrett Martin yang pakar kebijakan luar negeri dari American University, mengatakan bahwa perluasan NATO merupakan relevan. Mengingat dalam beberapa waktu terakhir pihak Rusia kian memperkuat pengaruhnya di wilayah Eropa.

“Tentu saja peristiwa Georgia dan Ukraina pada masa lalu memberi kesan bahwa mungkin perluasan merupakan sesuatu yang tidak penting lagi. Tetapi secara simbolis, hal itu penting bagi NATO untuk menunjukkan bahwa lembaga itu masih merupakan aliansi kuat, dan masih terus tumbuh,” ujar Martin

Mantan Wakil Sekjen NATO, Alexander Vershbow menyampaikan bahwa Bagi negara-negara lain yang menyatakan keinginan untuk bergabung keanggotaan dalam NATO berarti  negara tersebut meningkatkan stabilitas politik dan ekonomi.

“Bukan berarti bahwa tidak ada masalah dan ketidaksepakatan dalam beberapa masalah, tetapi kami mendapati perbedaan itu jauh lebih mudah untuk ditangani kalau kita semua menjadi anggota perhimpunan yang sama,” ujar Alexander

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg juga menyampaikan untu perluasan NATO merupakan saling menguntungka. Untuk kawasan Atlatik Utara dan negara-negara Bahkan yang berbatasan dengan Rusia. Yang telah menyatakan ingin bergabung, termasuk Ukraina, Bosnia-Herzegovina, dan Georgia.

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!