Nikki Haley Yakin Atas Kebijakan Donald Trump Atas Yerusalem

Nikki Haley Yakin Atas Kebijakan Donald Trump Atas Yerusalem

Nikki Haley Yakin Atas Kebijakan Donald Trump Atas Yerusalem. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley pada hari Minggu kemarin, Dirinya menyampaikan bahwa  kebijakan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Haley menyebut keputusan Trump tersebut merupakan “kehendak rakyat AS”.

“Selama 22 tahun Anda memiliki presiden dan rakyat Amerika meminta kedutaan untuk dipindahkan, tapi tidak ada presiden–baik Clinton, Bush, maupun Obama–yang benar-benar memiliki keberanian untuk mengambil langkah tersebut dan mendengarkan kehendak rakyat Amerika,” kata Haley

Pernyataan Haley tersebut disampaikannya dalam sebuah rapat pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat. Pertemuan rapat tersebut di adakan  sebagai respons atas Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan Yerusalen Ibu Kota Israel dan atas pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem.

Haley juga menyebut, Dirinyai percaya atas kebijakan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel akan membantu dalam proses perdamaian kedua negara.

“Saya sangat yakin ini akan memajukan proses perdamaian,” ucapnya

Pada 6 Desember waktu setempat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengakuan atas Yerusalem sebagai ibu Israel. Diketahui juga Donald Trump juga memerintahkan Staffnya untuk segera pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat Ke Yerusalem, Sebelumnya Keduitaan Besar Amerika Berada di Tel Aviv

“Hari ini, akhirnya kita mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan realitas. Dan  Juga hal yang tepat untuk dilakukan maupun  hal yang harus dilakukan,” ujar Trump

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji kebijakan Presiden Amerika tersebut. Namun, Kebijakan tersebut mendapat penentangan dari pemimpin dunia lainnya yang beramai-ramai mengecam Donald Trump. Aksi protes pun terjadi di berbagai wilayah di dunia.  Dan berujung kericuhan

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence ke wilayahnya. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Palestina Riad Malki pada Sabtu waktu setempat.

Juru bicara Pence, Alyssa Farah, pada hari Minggu menyatakan sangat menyayangkan atas keputusan dari pihak Palestina. Yang menolak bertemu dengan Wakil Presiden Donald Trump.

detiktribun

 

error: Content is protected !!