Panic Button Aplikasi Yang Dirancang Pemprov DKI, Memudahkan Warga Lapor Kejahatan

Be Sociable, Share!

Panic Button Aplikasi Yang Dirancang Pemprov DKI, Memudahkan Warga Lapor Kejahatan

Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta, menginginkan semua warganya, terutama kaum perempuan. Dapat melaporkan tindak kejahatan dengan cepat. Pembuatan panic button atau tombol panik melalui aplikasi pun sedang di lakukan.

Pemprov DKI Jakarta sedang membuat hal ini, yang bekerja sama dengan Jakarta Smart City. Kedepannya akan disediakan mekanisme pelaporn masyarakat atau citizen reporting mechanism yang dapat digunakan dengan mudah melalui aplikasi.

” Bekerja sama dengan Jakarta Smart City sedang dicoba buat. Kita lihat mana aplikasi yang cocok untuk citizen reporting mechanism yang ada panic button-nya dengan gampang. Sedang dicek.” Ucap Sandiaga Uno, Wagub DKI Jakarta di Pulau Karya, Kepulauan Seribu. Jumát (22/12/17).

Sandi menambahkan, pihaknya sedang berusaha membuat panic button ini dengan Qlue. Qlue merupakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan warga Jakarta untuk melaporkan peristiwa yang terjadi di Jakarta. Seperti, tindak kejahatan, banjir, kebakaran dan banyak lainnya yang dapat dengan cepat direspons oleh pihak yang terkait.

” Dimana Qlue ini akan dilengkapi dengan panic button dan yang lainnya masih dalam kajian.” Ucap Sandi

Aplikasi yang memiliki panic button ini dibuat untuk membantu warga Jakarta. Khususnya untuk perempuan yang membutuhkan pertolongan secepatnya. Cara kerjanya, jika ada warga yang menjadi korban kejahatan atau sedang terancam cukup menekan panic button yang ada di smartphone mereka.

” Inilah yang kita inginkan di seluruh wilayah Jakarta, apalagi yang di daerah rawan.” Tambah Sandi

Nantinya, aplikasi ini akan terhubung dengan petugas yang berwenang. Dengan begini, petugas akan mengetahui lokasi kejadian, kondisi dan situasi warga yang menekan panic button ini.

Seperti 112 yang sekarang, kalau di Amerika 911

” Seperti 112 yang sekarang, kalau di Amerika 911. Ini harus memiliki fast response tentunya dari pihak yang bertugas untuk mengetahui lokasi dimana pemakainya mengalami ancaman.” Lanjut Sandi

Walaupun demikian, Sandi mengaku tidak ingin terburu-buru untuk mengeluarkan aplikasi ini. Menurutnya membutuhkan kajian yang lebih dalam lagi untuk merancang aplikasi ini.

” Dalam aplikasi ini, landasannya harus jelas dan tepat, dan fungsinya dapat dimanfaatkan warga.”

Sebelumnya, saat sedang kampanye, Sandi memang berencana membuat aplikasi yang sama yang diberi nama Hot button. Hot button ini dibuat untuk menjamin tidak adanya kekerasan maupun kejahatan di masyarakat. Khususnya yang lebih beresiko seperti anak-anak dan perempuan yang menjadi prioritas utama dalam hal keamanan.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!