PBB Desak Otoritas Bangladesh Buka Akses Warga Rohingya

PBB Desak Otoritas Bangladesh Buka Akses Warga Rohingya

PBB Desak Otoritas Bangladesh Buka Akses Warga Rohingya. Ribuan warga Rohingya terlantar di perbatasan Myanmar dan Bangladesh. Akibat dihalau oleh otoritas perbatasan.

Para pengungsi tersebut merupakan pengungsi Roghingya yang terdampat akibat kerusuhan pasca serangan militer pemerintah Myanmar ke wilayah bagian Rakhine

Perserikatan Bangsa Bangsa mendesak agar pihak otoritas perbatasan Bangladesh menghentikan aksi penghalauan dan mengizinkan bagi 6.000 korban pengungsian dari etnis minoritas tersebut untuk bisa masuk ke negaranya

Sekitar 6.000 warga Myanmar (Rohingya) berkumpul di perbatasan dan mencoba masuk ke Bangladesh,”

Diketahui Aksi penghalauan tersebut dilakukan oleh otoritas perbatasan Bangladesh sejak gelombang pengungsi Rohingya berdatangan paca serang militer Myanmar,

Untuk sementara pihak Otoritas telah mengizinkan sebanyak 5.200 pengungsi dari warga sipil Rohingya yang melarikan diri dari wilayah Rahhine untuk masuk ke Banglades, Namun jumlahnya hanya sebagian dari jumlah total yang mengcapai lebih dari puluhab ribu pengungsi

Menurut Keterangan Petugas Penjataan perbatasan. Korban pengungsi tersebut sangatlah memperihatinkan dan menurutnya bagaimana kami bisa diam. Ketika melihat bayi yang kedinginan saat malam saat di bawa sama keluarganya untuk melintas perbatasan

Laporan dari Media setempat menyebutkan bawah para warga sipil tersebut kerap berada di bawah tekanan dan tembakan senjata dari pasukan bersenjata. Situasi yang ada di perbatasan yang dipisahkan oleh Sungai Naf saat ini tidak stabil

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak agar Bangladesh menghentikan penghalauan gelombang pengungsi dari Rakhine. Menghadang arus gelombang pengungsi justru akan membahayakan nyawa para warga sipil, apalagi mereka yang datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan medis.

“Semalam kami mendengar suara senjata api dari senapan otomatis dan kepulan asap di sebuah desa di sana (Myanmar),”

Diketahui Meski ada sekitar 500 warga Rohingya yang berhasil melintas ke Bangladesh, dalam waktu singkat, mereka ditangkap dan dipaksa kembali ke Myanmar oleh otoritas perbatasan.

Penghalauan ini dikarenakan ada sekitar 400.000 pengungsi warga Rohingya yang tinggal di kamp pengungsi yang berada di Banglades. Oleh karena itu pemeritah Bangladesh menghentikan arus masuk dari warga pengungsian.

dewadominoqq

error: Content is protected !!