PCC Memiliki Efek Yang Hampir Sama Dengan Flakka

Be Sociable, Share!

Kota Kendari kini sedang dihebohkan oleh sejumlah warganya yang tumbang dan hilang kesadaran setelah mengonsumsi obat PCC yang diduga merupakan narkoba jenis Flakka. Sejak Rabu (13/9/2017), korban dari obat ini telah dilarikan ke lima rumah sakit terbesar di Kendari, salah satunya adalah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Seorang warga Kendari yang dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut mengatakan bahwa efek yang ditimbulkan oleh obat PCC tersebut seperti orang gila. Ia juga menyayangkan bahwa korban kali ini adalah anak – anak. Sebagian besar warga menyimpulkan bahwa obat PCC merupakan Flakka karena efeknya yang sangat mirip dengan narkoba jenis tersebut. Kehadiran Flakka sempat viral pada September 2016 lalu.

Menanggapi dugaan ini, pihak BNN Kota Kendari telah mengeluarkan pernyataannya yang membantah bahwa obat PCC yang dikonsumsi oleh korban adalah Flakka. Sebab, hingga kini pihak BNN Kota Kendari dan pihak kepolisian masih menyelidiki peredaran obat PCC tersebut. Menurut Murniati, kasus ini masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, obat yang dikonsumsi oleh para korban adalah PCC. Namun belum jelas darimana asal obat ini. Sebab obat jenis PCC tidak dijual secara umum.

Dari hasil penyelidikan lebih lanjut, para korban yang tak sadarkan diri ternyata mengonsumsi obat tersebut dengan dicampur ke minuman bernergi, minuman bersoda, dan minuman beralkohol terlebih dahulu. Hal ini diketahui dari dari sejumlah korban yang masih sadar dan sempat diinterogasi oleh pihak BNN. Mereka mengaku mendapatkan dari sumber yang berbeda-beda. Kebanyakan dari korban mengkonsumsi obat PCC yang telah dicampur dengan minuman seperti Extra Joss, Ale-Ale, bir, dan whisky. Ada juga korban yang mendapatkan obat ini dalam bentuk tablet.

Para korban juga sempat menyebutkan sejumlah nama yang diduga kuat sebagai penyalur dan pengedar obat PCC ini. Nama – nama inilah yang sedang dicari tahu keberadaannya oleh pihak BNN dan kepolisian Kedari. Diketahui hingga saat ini, para korban obat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit besar di Kendari, yakni Rumah Sakit Jiwa Kendari, RS Bhayangkara, Rumah Sakit Abunawas, Rumah Sakit Ismoyo, dan Rumah Sakit Bahteramas.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!