Pemberontak Houthi Ancam Hancurkan Kapal Perang Dan Tanker Saudi

Be Sociable, Share!
Pemberontak Houthi Ancam Hancurkan Kapal Perang Dan Tanker Saudi

Pemberontak Houthi Ancam Hancurkan Kapal Perang Dan Tanker Saudi. Pihak pemberontak Houthi yang berada di wilayah Yaman mengancam akan menenggelamkan kapal perang koalisi pimpinan Arab Saudi dan kapal tanker minyak milik Saudi jika Riyadh tidak mencabut blokadenya yang mengancam kehidupan jutaan orang yang berada di yaman. Menurutnya Kapal perang dan kapal minyak milik agresor dan sekutunya tidak akan kebal dari tembakan Angkatan Laut Yaman,

,Juru Bicara Houthi Brigjen Sharaf mengatakan kejahatan yang di lakukan oleh pihak Arab Saudi dan Koalisinya. Dengan sistematis agresi dan penutupan pelabuhan” memaksa pasukan Houthi menargetkan semua sumber pendanaan agresor. Dirinya pun  menambahkan bahwa pihaknya siap untuk merespons eskalasi agresi Saudi-Amerika Serikat.

Ancaman atas  militer koalisi dari pimpinan Saudi tersebut dikemukakan setelah Mayjen Yousef al-Madani. Saat bertemu dengan para pemimpin sejumlah instansi maupun AL Yaman.

Pada hari itu juga pemimpin Houthi, Abdel Malek al-Houthi, memposting sebuah pesan singkat melalui akun Facebook yang memastikan bahwa “navigasi internasional akan tetap aman seperti sebelumnya”. Abdel Malek al-Houthi pun  memperjelas hanya mereka yang menyerang negara kami yang akan kami targetkan.

Diketahui Blokade atas wilayah Yaman diterapkan oleh koalisi pimpinan Saudi pada Senin lalu. Langkah tersebut Arab Saudi lakukan  sebagai tanggapan atas serangan rudal balistik yang di tembakan oleh pihak pemberontak ke wilayah Riyadh Arab Saudi pada 5 November.

Pihak Saudi menuding  pihak Houthi sebagai dalang di balik serangan rudal Balistik yang di luncurkan. Saudi pun menyebutkan bahwa rudal yang ditembakan tersebut disuplai oleh negara Iran. Akibat Serangan tersebut, pihak Saudi membombardir Ibu Kota Yaman, Sanaa.

Pasca penutupan semua pelabuhan di Yaman. Sejumlah badan PBB menyatakan keprihatinannya atas nasib rakyat di negara itu di mana hampir 7 juta orang kelaparan akibat blokade tersebut. Dan sebagaian  yang lain sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan di tengah epidemi kolera akibat kekurangan pasokan air bersih

“Penutupan wilayah udara. Pelabuhan laut dan darat Yaman telah memperburuk ruang yang sudah menyusut bagi pekerjaan kemanusiaan yang bertujuan menyelamatkan nyawa. Hal tersebut menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan penting kepada anak-anak yang sangat membutuhkan di Yaman,” ucap perwakilan UNICEF di Yaman, Meritxell Relano.

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!