Pemerintah Akan Kaji SPBU Vivo Yang Menjual BBM Murah

Pemerintah Akan Kaji SPBU Vivo Yang Menjual BBM Murah

Pemerintah Akan Kaji SPBU Vivo Yang Menjual BBM Murah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pemerintah akan mengkaji lebih mendalam mengenai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Vivo yang menjual Bahan Bakar Minyak atau BBM  lebih murah dari Pertamina yang di miliki oleh pemerintah.

Luhut Binsart menyebut, pemerintah akan mempelajari bagaimana sistem yang dilakukan oleh SPBU Vivo dalam menjual Bahan Bakar Minyak

“Sekarang lagi kami lihat, saya dengar itu memang harga kami di Pertamina masih 10 persen lebih mahal, Kami lagi lihat dan kaji,” ucapnya

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresemikan SPBU Vivo yang berada Cilangkap, Jakarta untuk menjual Bahan Bakar Minyak. SPBU ini menyalurkan bahan bakar minyak jenis bensin RON 89, RON 90 dan RON 92 dengan merek Revvo.

SPBU Vivo  menjual Jenis BBM Revvo RON 89 dengan harga Rp 6.100, RON 90 sebesar Rp 7.500 dan RON 92 sebesar Rp 8.250.

Sebelumnya, Pemrintah melarang PT Vivo Energi Indonesia menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kadar Research Octane Number (Ron) 88. Hal tersebut karena pemerintah tidak mengizinkan perusahaan tersebut menjual BBM Ron 88.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Ego Syahrial menyebutkan  dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014‎. Tentang penyediaan pendistribusian dan‎ harga jual eceran BBM mmenyebutkan bahwa Badan. Usaha yang menjual BBM dengan kadar RON 88 harus memiliki fasilitas pengelolahan minyak tersendiri dan memiliki izin dari pemerintah

“Karena Perpres 191 Tahun 2014 kan menyebutkan harus punya pengolahan,” kata Ego, di Jakarta, Kamis 26 Oktober 2017.

Ketentuan ini menjadi alasan PT Vivo Energi Indonesia dilarang untuk menjual BBM berjenis kadar Research Octane Number (Ron) 88.”  Sebelumnya PT Vivo Energi. Perusahaan Asal Swiss tersebut berrencana menjual BBM jenis tersebut. “88 enggak boleh, iya enggak boleh. 88 kan dia enggak boleh,” ujar Ego.

Corporate Communication Vivo Maldi Al-Jufrie mengungkapkan,‎ meski Vivo tidak diperbolehkan menjual BBM dengan kadar RON 88. Perusahaan mencari alternatif dengan menjual Bahan Bakar minyak berjenis Ron 89. Perusahaanan ini berasal dari kilang minyak Vitol Group selaku induk Vivo yang berada di luar negeri.

“Oleh karena itu, kami alhamdulillah atas persetujuan pemerintah kita membuat produk barulah Revvo 89,” ujar Maldi.

detiktribun

error: Content is protected !!