Pemerintah Catat Lelang SUN Menghasilkan 17 Triliun Rupiah

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR) mengatakan bahwa lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) telah memenuhi target indikatif yang telah ditetapkan, yaitu 15 triliun. Adapun target maksimalnya adalah 22,5 triliun . Dengan ini, Pemerintah berhasil menyerap dana 17 triliun rupiah dari lelang tersebut. Pelelangan SUN ini dilakukan untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total penawaran mencapai 56,5 triliun . Sebelumnya, dalam lelang lima seri SUN pada Selasa 22 Agustus 2017, pemerintah juga berhasil menyerap dana sebesar 15 triliun rupiah dari total penawaran yang masuk 46,3 triliun.

Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk SPN-12171207 mencapai 5 triliun rupiah dengan imbal hasil rata – rata tertimbang 4,907 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 7 Desember 2017 ini mencapai 8,65 triliun rupiah. Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto ini mencapai 4,8 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,15 persen.

Sementara untuk seri SPN-12180906, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai 3 triliun dengan imbal hasil rata – rata tertimbang 5,50633 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 6 September 2018 ini mencapai 15,98 triliun rupiah. Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,35 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,98 persen.

Kemudian untuk seri FR-061, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai 3,95 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,18242 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2022 ini mencapai 12,85 triliun rupiah. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,16 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,33 persen.

Untuk seri FR-059, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai 2,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,64535 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2027 ini mencapai 9,31 triliun rupiah. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,62 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,9 persen.

Untuk seri FR-074, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai 2,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,04983 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2032 ini mencapai 9,73 triliun rupiah. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,02 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,3 persen.

error: Content is protected !!