Pemerintah Filipina Akan Menyampaikan Status Perang Marawi 24 JulI

Be Sociable, Share!
Pemerintah Filipina Akan Menyampaikan Status Perang Marawi 24 Juli

Pemerintah Filipina Akan Menyampaikan Status Perang Marawi 24 JulI. Perang merawi antara Militer Filipina dengan pasukan bersenjata masih terus berlanjut. Militer Filipina pada jumat kemarin menegaskan bawah status darurat militer dikota Marawi belum akan di cabut dikarenakan. Masih terdapat kelompok dari Maute yang bertahan di kota tersebut.

Jika nantinya sudah dinyatakan Aman pencabutan tanggap militer di Marawi akan dilakukan oleh presiden Radrigo Diterte dengan pidato kenegaraaan pada 24 Juli Mendatang

Juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Restituto Padilla Jr menyampaikan bawah pemerintah memerluka waktu 10 hari hingga 15 hari untuk mengambil kendali atas kota yang di duduki oleh Kelompok berjenjata Maute dan pemerintah punya akan menyatakan aman kepada masyarakat kota Marawi.

“Ya, jadi kita harus menunggu dalam 10 hingga 15 hari. Tapi 10 -15 hari di luar Sona, jadi jangan berharap itu terjadi sebelum pidato,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu Presiden Filipina Duterte menyampaikan pidatonya mengenaik Perperangan kota Marawi terhadap teroris yang akan selsai sekita 10 hingga 15 hari mendatang

“Saat ini, penilaiannya ada pada tahap kesimpulan, dan akan diberikan kepada kepala staf yang kelak akan melakukan pemeriksaan atas rekomendasi tersebut. Lalu, rekomendasi itu akan diserahkan kepada menteri pertahanan, untuk diajukan kepada panglima tertinggi (presiden),” ucapnya Padilla

uru bicara presiden Ernesto Abella menyebutkan bawah setidaknya ada 392 Militan bersenjata yang tewas dalam perang tersebut. Terdapat 93 Militer Filipina yang gugur dalam perang dan 45 warga sipil menjadi korban perang di dalam konflik bersenjata sejak pada 23 Mei hingga sekarang

Salah seorang anggota Moro Islamic Liberation Front (MILF) Pemberontak Maute tidak memiliki struktuyr dan pengorganisasian seperti layaknya pemberontak bersenjata lainnya. Menurutnya mereka cenderung mengandalkan unsur sukarela mulai dari segi suplai persenjataan dan militan yang berani mati

Meskipun Militan Maute memilik bentuk kekhalifahan namun agenda tersebut tidak terang terangan beberada dengan MILF. Yang memiliki riwayat politik dan etnis panjang

Diketahui MILF dahulu terlibat perseteruan dengan Militer Filipina namun keduanya sudah berdamai dengan perjanjian yang sudah di sepakati. Dan Presiden Diterte juga meminta kepada MILF untuk memberikan bantuan kepada warga sipul yang terjebak di Kota Marawi untuk mengungsi

dewadominoqq

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!