Pemerintah Sediahkan Lahan Untuk Ibukota Baru

Be Sociable, Share!

Pemerintah Sediahkan Lahan Untuk Ibukota Baru

Pemerintah Sediahkan Lahan Untuk Ibukota Baru, Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil memastikan bahwa 90 persen lahan yang akan digunakan sebagai ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur merupakan milik pemerintah.

“Itu lebih dari 90 persen merupakan tanah negara” ucapnya

Dirinya menyebut, Oleh sebab itu, rencana pemindahan dianggap bukan suatu hal yang sulit. Sementara sisanya 10 persen bukan milik pemerintah dan nantinya akan dibebaskan saat dibutuhkan.

Nantinya sisa tanah tersebut akan digunakan untuk pembuatan jalan penghubung ke ibu kota baru. Kalau yang akan kena jalan kita akan freeze (bekukan) dulu supaya tidak terjadi spekulasi disana

Sofyan menyebut pengadaan lahan untuk pembangunan ibu kota baru tidak menjadi permasalahan yang berarti. Karena sebagian besar lahan yang digunakan untuk pemindahan ibu kota yang baru dikuasai oleh negara.

“Dari segi tanah itu tidak telalu rumit karena banyakan tanah negara,” katanya.

Pemerintah Sediahkan Lahan Untuk Ibukota Baru

pemerintah menyediakan lahan seluas 180.000 hektare (Ha) untuk lokasi pemindahan ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur. Luas lahan terbagi menjadi dua, sebagian berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian lagi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sofyan Djalil mengatakan dari total luas lahan ibu kota baru tersebut, kawasan induk yang akan dibangun pertama hanya membutuhkan sekitar 3.000 hektare (Ha). Besaran tersebut tidak menutup kemungkinan akan ditambah seiring pemanfaatan lahan hijau.

“Kita sedang melakukan pendekatan nanti kita akan mengambil 180 ribu Ha ini tidak satu pala mungkin perlu corenya dulu 3.000 Ha,” ucapnya

Menteri Sofyan menjelaskan pembangunan lokasi pemindahan ibu kota baru tersebut akan dilakukan secara bertahap. Artinya tidak semua lahan akan secara langsung digunakan untuk pembangunan ibu kota baru tersebut.

Misalkan tahun depan 100 ribu Ha lagi atau kapan gitu hingga 180 ribu Ha itu nanti setelah semua menjadi kawasan ibu kota. Termasuk taman nasional yang tidak dikelola dengan baik akan masuk dalam wilayah ibu kota

Dirinya memastikan memastikan pembangunan ibu kota yang akan dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara maupun di Kabupaten Kutai Kartanegara tidak akan merusak hutan.

Jadi Jangan khawatir,tentang spekulaso banyak orang mengatakan ‘eh kalimantan ada rusak hutannya,

kita sadar bener dan pemerintah sangat komit bahkan kota ini diharapkan akan menjadi kota yang indah sekali karena hutannya lebat, tanahnya luas.

“kalau di Jakarta sekarang ini mau bernafas dengan suasana hutan aja tidak ada,” ujarnya

link

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!