Pemerintahan Trump Kembali Mengalami Shutdown

Amerika Serikat (AS) kembali mengumumkan bahwa mereka berada dalam masa penghentian pelayanan pemerintah (Government Shutdown) pada Jumat (9/2/2018). Pemerintahan Trump kembali mengalami Shutdown setelah pada kami dini hari (8/2/2018), Kongres tidak mencapai kesepakatan soal anggaran pemerintah.

Pada awalnya, baik Demokrat dan Republik sama – sama menyetujui batas pengeluaran pemerintah selama dua tahun ke depan. Total pengeluaran pemerintahan Donald Trump hingga 2020 mencapai 288 miliar dolar AS, atau sekitar 3.929 triliun rupiah.

Lebih terperincinya, program dalam negeri AS bakal menerima kucuran dana 128 miliar dolar AS atau sekitar 1.746 triliun rupiah. Sedangkan sisanya, 160 miliar dolar AS atau sekitar 2.183 triliun rupiah, akan digunakan untuk membiayai militer negeri Paman Sam.

Namun Senator Rand Paul langsung menyatakan keberatannya atas anggaran tersebut. Menurutnya, bujet yang diajukan akan membuat defisit AS semakin tinggi hingga mencapai 20 triliun dolar AS atau sekitar 272.909 triliun rupiah. Hal ini menyebabkan kesepakatan bujet kembali kolaps dikarenakan Senat membutuhkan seluruh jawaban ‘Ya’ dari seluruh anggotanya yang berjumlah 100 orang.

Senator asal Kentucky tersebut mengatakan bahwa selama ini partainya, Republik, selalu mengkritik anggaran yang diajukan mantan Presiden Barack Obama. Namun saat Presiden Donald Trump mengajukan anggaran yang sama besar dengan pemerintahan sebelumnya, partainya malah diam saja.

Paul mengecam tindakan yang dilakukan oleh partainya tersebut. Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa diam saja melihat partainya mendukung hal tersebut. Dalam kicauannya melaui media Twitter, Paul mengatakan bahwa menginginkan AS menjadi negara terkuat. Namun dia meragukan apakah defisit 20 triliun dolar AS akan membuat negaranya menjadi lebih kuat.

Paul juga mengatakan bahwa ia ingin agar setiap wakil rakyat bisa lebih kritis dalam menyikapi anggaran pemerintah. Ia ingin membuka mata semua orang terkait bagaimana mereka bisa melawan anggaran yang diajukan oleh pemerintahan Obama namun mendukung anggaran dengan pengeluaran besar yang diajukan oleh pemerintahan Trump.

Menurut media setempat, Senat akan menggelar voting pada pukul 01.00 waktu setempat, atau sekitar pukul 16.00 WIB. Jika mereka berhasil mencapai kesepakatan pada saat itu, rancangan undang – undang tersebut akan segera diberikan kepada Majelis Perwakilan. Untuk kemudian diberikan kepada Trump untuk segera ditandatangani sebelum jam kerja dimulai.Rencana anggaran tersebut bakal mendanai pemerintahan Trump selama enam pekan ke depan.

Sebelumnya, AS sempat mengalami shutdown pada 20 Januari 2018 lalu. Saat itu, Demokrat tidak mencapai kata sepakat soal isu penanganan imigrasi. Demokrat ingin agar pemerintah memasukkan Program Penangguhan Tindakan bagi Imigran Anak – anak (DACA). Namun, Republik yang dikenal konservatif menentang rencana tersebut, dan berniat menggantinya dengan program kesehatan bagi warga kurang mampu.

error: Content is protected !!