Penelitian Terbaru Mengungkapkan Bergadang dapat Meningkatkan Resiko Kematian Dini

Be Sociable, Share!

Penelitian Terbaru Mengungkapkan Bergadang dapat Meningkatkan Resiko Kematian Dini

Suka bergadang dan susah bangun di pagi hari mungkin sudah menjadi kebiasaan yang banyak terjadi dalam kehidupan manusia. Jika kalian ataupun teman kalian ada yang mengalami hal seperti ini. Ada baiknya untuk secepatnya menghilangkan kebiasaan ini. Hal ini dikarenakan, adanya penelitian baru yang membuktikan mitos bahwa bergadang tidak baik dalam kesehatan.

Ini merupakan penemuan pertama yang berkaitan dan membuktikan adanya hubungan antara bergadang, bangun siang hari dan umur pendek.

Penelitian ini diterbitkan dari jurnal Chronobiology International, hari Kamis(12/4) yang dibuat oleh salah seorang penelitidari Inggris.

Dalam artikelnya, mereka menjelaskan bahwa kebiasaan bergadang dapat merubah ritme sirkadian yaitu proses biologis yang terjadi berulang-ulang setiap 24 jam.

Waktu yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh kita dalam melakukan proses detoksifikasi atau mengeluarkan racun dari dalam tubuh saat tidur malam hari, malah digunakan untuk kerja ataupun melakukan kegiatan lain.

Sementara itu, waktu yang seharusnya digunakan untuk beraktivitas malah digunakan untuk tidur.

Peneliti mengatakan, mereka menghabiskan waktu selama 6,5tahun untuk mengamati sekitar 500rb orang yang berumur antara 38 sampai 73 tahun.

Diawal penelitian, peserta ditanyakan apakah mereka tergolong dalam orang yang melakukan aktivitas dipagi hari, malamhari, ataupun keduanya. Dari hasil pengamatannya, tim peneliti ini menemukan bahwa orang yang suka bergadang lebih beresiko mempunyai masalah kesehatan. Diantaranya gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, gangguan neurologis, gangguan psikologis dan penyakit diabetes.

Selain menderita sejumlah penyakit, penelitian juga menemukan orang yang hobi bergadang memiliki resiko kematian dini yang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang melakukan aktivitas dipagi hari.

Sebagai catatan, penemuan ini tidak dapat menentukan hubungan antara bergadang dan resiko kematian dini.

“Mungkin ada konsekuensi fisiologis saat seseorang yang jam tidurnya tidak sesuai dengan jam biasanya. Sebagai contoh, orang yang misalignment sirkadian seperti ini memiliki gangguan sistem metablolisme gangguan mood dan glukosa.” ucap Malcolm von Schantzm selaku penulis studi dan profesor kronobiologi dari Universitas of Surrey, Inggris, Kamis(12/4).

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!