Pengacara Setya Novanto Ramai – Ramai Mundur

Be Sociable, Share!

8 juga mundur dari tim kuasa hukum Ketua DPR tersebut. Fredrich yang merupakan pemilik kantor hukum Yunadi & Associates, awalnya menjadi pengacara Novanto saat ia mulai berurusan dengan KPK terkait kasus korupsi e-KTP. Hampir di setiap urusan berkaitan dengan Novanto, Fredrich selalu muncul.

Fredrich juga mengurus laporan polisi terkait akun – akun di media sosial yang menyinggung Setya Novanto melalui meme. Bahkan saat Novanto mengalami kecelakaan dan masuk rumah sakit, Fredrich juga menjadi orang yang muncul dan menjelaskan kondisi kliennya tersebut. Walaupun Fredrich telah mundur sebagai pengacara dari Setya Novanto pada kasus e-KTP ini, ia mengaku bahwa ia masih mendapatkan kuasa untuk menjadi pengacara Novanto di urusan lainnya.

Menurut Fredrich, alasannya dan Otto mundur dari tim kuasa hukum Novanto disebabkan oleh adanya tim kuasa hukum lain yang masuk. Sehingga mereka memutuskan untuk mundur sebagai kuasa hukum Setya Novanto dalam kasus e-KTP. Ia mengatakan bahwa dengan hadirnya Maqdir Ismail di tim kuasa hukum Novanto, maka langkah yang akan diambil dalam menangani kasusnya akan mengalami bentrokan.

Namun, Otto yang mengepalai Law Offices Otto Hasibuan & Assoclates menyampaikan keputusannya untuk mundur dari tim kuasa hukum Novanto dikarenakan tidak adanya kata sepakat antara dirinya dengan Novanto terkait penanganan kasus yang tengah membelit Novanto. Menurut Otto, kesepakatan yang pasti dan jelas tentang suatu perkara dan tata caranya penanganannya merupakan hal yang penting agar tidak merugikan baik dari pihaknya maupun pihak Setya Novanto.

Diketahui, minggu depan tepatnya pada Kamis, 13 Desember 2017, Setya Novanto akan menghadapi sidang pokok perkaranya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Selain itu, praperadilan Novanto juga masih dalam proses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Kini, tim kuasa hukum yang mendapatkan kuasa Novanto yaitu Maqdir Ismail. Dia mengaku bersama dengan Firman Wijaya siap menghadapi KPK dalam persidangan.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!