Pengakuan Polisi Beli Mobil Bodong dari Kapolsek Burau

Pengakuan Polisi Beli Mobil Bodong dari Kapolsek Burau

Kasus penjualan mobil bodong di Kabupaten Luwu Timur akhirnya terungkap. Ironisnya, Kepala Polsek Burau, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hariyadi Tukiyar diduga sebagai penjual mobil yang diduga bodong tersebut.

Seorang polisi yang menolak namanya diberitakan mengakui membeli mobil dari Kapolsek Burau lengkap dengan dokumen kendaraan.

“Namun, informasi dari Propam ternyata dokumen mobil yang saya beli palsu,” kata polisi tersebut kepada wartawan pada Minggu (15/1/2017).

Dari keterangannya, mobil Toyota Innova berwarna hitam yang dikuasainya dibeli dari HT. Hanya saja, ia enggan memberikan keterangan mengenai harga mobil tersebut. Meski begitu, informasi dari internal Polda disebut jika harga mobil bervariasi.

Untuk harga mobil Avanza minimal dibanderol dengan harga Rp80 juta. Lainnya baik Innova hingga truk yang dimaksud bisa Rp100 jutaan.

AKP HT tidak berhasil saat berusaha dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, ia enggan menjawab. Saat disampaikan masud dan tujuan untuk melakukan konfirmasi melalui pesan singkat, telepon selulernya dinonaktifkan.

Dalam kasus ini, AKP Hariyadi telah menjual 14 unit mobil berbagai merk dan jenis kepada anggota Polisi dan masyarakat. Mobil tersebut dijual dilengkapi dengan dokumen yang diduga palsu atau bodong.

Ditegaskan mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau bahwa oknum anggota yang terlibat akan diproses secara hukum. Apalagi, saat ini Polri sedang gencar-gencarnya memberantas jaringan pencurian kendaraan bermotor.

Ia menyebutkan untuk urusan membayar pajak kendaraan bukan melalui kantor Samsat melainkan diurus oleh AKP HT. Untuk urusan pembayaran pajak mobil polisi tersebut mengalami kendala.

Mobil anggota polisi tersebut sudah diamankan bersama mobil lainnya yang diduga bodong di Mapolres Luwu Timur.

Kabid Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar (Kombes) Dicky Sondani ketika dikonfirmasi, Minggu (15/1/2016) membenarkan pengungkapan kasus mobil diduga bodong yang dijual oleh Kepala Polsek Burau. Bahkan, belasan anggota polisi ikut membelinya.

“Dugaannya dokumen tidak sesuai, sehingga perlu dilakukan pendalaman. Kasus saat ini telah di tangani Polda Sulsel,”ungkap Dicky.

“Siapa pun yang terlibat, termasuk anggota Polri akan diproses hukum. Jadi untuk membuktikannya, kami tidak bisa lepas dari asas praduga tidak bersalah. Sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Dari data yang dihimpun, masyarakat daerah Lutim yang juga ikut membeli mobil antara lain (AG) warga Kecamatan Burau memiliki satu unit toyota yaris, (EM) mobil mitsubishi truck dan 2 unit Toyota Innova.

“Kami juga temukan 2 unit mobil Innova tanpa dilengkapi dengan STNK-BPKB yang diduga dimiliki oknum anggota Polres Palopo dan satu unit oleh oknum anggota Polres Luwu,”jelasnya.

 

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

error: Content is protected !!