Penghayat Kepercayaan Masuk Kolom Agama Di KTP

Be Sociable, Share!

MK Telah Memutuskan Penghayat Kepercayaan  Masuk Di Kolom Agama Di KTP

Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengabulkan gugatan agar para penghayat kepercayaan bisa masuk di kolom agama di KTP. Untuk menindaklanjuti keputusan MK ini. Disdukcapil Bantul dalam waktu dekat berencana segera mengisi kolom agama KTP dengan penghayat kepercayaan, yang diketahui selama ini dikosongkan.

Kata ‘Agama’ dalam pasal 61 ayat(1) dan pasal 64 ayat(1) UU Nomor 23 Tahun 2006 yang telah diubah dengan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bertentangan dengan UUD RI tahun 1945. Kata agama dinilai tidak memiliki kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak termasuk ‘kepercayaan’. Dengan keputusan ini, penganut aliran kepercayaan mendapatkan kedudukan hukum yang sama dengan pemeluk enam agama lainnya yang telah diakui pemerintah

” Segera(kami memasukkan kolom penghayat kepercayaan) tentunya setelah berkoordinasi pematangan persepsi dengan jajaran Dukcapil.” Kata Bambang Purwadi, selaku Kepala Disdukcapil Bantul.

Bambang Menambahkan, berdasarkan dari data yang dimiliki pihaknya. Ada sebanyak 20 orang penghayat kepercayaaan di kota Bantul yang kolom agama diKTP Mereka kosong. Setelah adanya keputusan dari MK, Bambang mengatakan pihaknya siap untuk menjalankan keputusan tersebut.

” Nanti dalam prosesnya akan dikoordinasikan dengan Biro Tapem DIY dan Dirjen Dukcapil Pusat. Selama ini jika instruksi tertulis dari pusat belum ada. Ini kemudian akan kami koordinasikan di rakornas pada 9-10 November 2017 di jakarta.” Tambah Bambang

Terdapat 404 orang penghayat kepercayaan di Gunungkidul

Di Daerah Bantul, jumlah penghayat kepercayaan hanya mencapai angka puluhan, sangat berbeda dengan di GunungKidul. Berdasarkan data di Disdukcapil Gunungkidul, terdapat sebanyak 404 warga yang menganut penghayat kepercayaan dan selama ini. Kolom agama di KTP mereka semua dikosongkan.

” Setelah dengan hasil keputusan MK ini, kemungkinan nantinya kami harus mengubah lagi yaitu dengan menambahkan kolom kepercayaan, di kolom agama KTP. Ucap Eko Subiantoro, selaku Kepala Disdukcapil Gunungkidul saat dihubungi.

Penghayat kepercayaan ini sebenarnya telah ada sejak lama. Mereka telah diajarkan secara turun-temurun dan hidup berbaur dengan masyarakat. Jelas CB Supriyanto, selaku ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul.

” Jadi sudah seharusnya semua lapisan masyarakat saling menghormati kepercayaan yang dianut masing-masing. Agar Terciptanya rasa saling menghargai, dan menciptakan suasana yang damai di masyarakat. Tambah Supriyatno

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!