Penyebaran Berita Hoax Harus Dihentikan

Pelaksanaan pilkada serentak menimbulkan efek samping yang cukup meresahkan masyarakat. Informasi bergerak liar dan cepat tersebar meski berupa berita hoax alias berita bohong. Banyak pihak yang berharap, agar para pimpinan partai politik, tidak ikut memanas-manasi situasi. Dengan ini, diharapkan agar pilkada di Indonesia yang akan berjalan 1 putaran maupun 2 putaran, berjalan kondusif tanda gangguan dan ketegangan di tengah masyarakat.

Berita Hoax ini memang mengkhawatirkan. Dilihat dari berita hoax belakangan ini, banyak diantaranya yang dapat mengganggu keamanan nasional. NKRI pun menjadi terancam. Kondisi politik yang sedang cukup panas ini, diperparah dengan isu – isu yang tidak benar yang hanya bersifat sementara. Masyarakat dihimbau dan diharapkan agar lebih jeli dalam menyikapi persoalan agar nantinya tidak gampang terhasut isu – isu bohong tersebut.

Menurut Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Deddy Mulyana, penyebaran berita bohong ini yang sangat cepat ini dikarenakan karakter masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa berbeda pendapat atau berdemokrasi secara sehat. Yang mengakibatkan berita palsu yang tersebar diterima begitu saja tanpa dicermati terlebih dahulu. Hal ini diperburuk dengan kecenderungan masyarakat Indonesia yang senang senang membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan kekerasan, sensualitas, drama, intrik, dan misteri. Sehingga tidak mengherankan bila berita hoax sering muncul dengan tema politik, dimana aspek – aspek yang senang dibahas oleh masyarakat Indonesia ada dalam bidang tersebut. Rendahnya kecerdasan literasi masyarakat Indonesia juga menjadi faktor penyebab hoax mudah dikonsumsi.

Country General Manager Isentia, Luciana Budiman, mengemukakan hasil pemantauan penyebaran isu-isu hoax dalam beberapa bulan terakhir di media sosial. Menurutnya, media konvensional berperan penting sebagai penyeimbang media sosial. Media konvensional cenderung memilih bersikap netral dalam memberitakan hal yang belum diketahui validitasnya. sedangkan di media sosial, sebagian netizen telah mengambil sentimen baik positif maupun negatif.

Sikap netral dari media konvensional ini merupakan keunggulan yang harus dipertahankan oleh media konvensional. Dengan begitu, media konvensional mampu memberikan edukasi bagi masyarakat untuk tidak turut membantu menyebarkan berita – berita hoax. Tentunya proses edukasi ini akan memakan waktu. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat akan menjadi lebih cerdas dalam membedakan antara berita hoax dengan berita bermutu.

error: Content is protected !!