Perdana Menteri Prancis Batal Kunjungi Israel

Be Sociable, Share!
Perdana Menteri Prancis Batal Kunjungi Israel

Perdana Menteri Prancis Batal Kunjungi Israel. PM Prancis Edouard Philippe diketahui membatalkan kunjungannya ke Israel. Hal tersebut dikarenakan masalah domestik.

Philippe sebelumnya dijadwalkan akan terbang ke Yerusalem pada tanggal 1 Juni 2018 untuk menghadiri sebuah acara. Bertujuan untuk mempromosikan hubungan antara Prancis dengan Israel.

Rencananya, Kedatangan PM Philippe akan disambut langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Nantinya Philippe dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Tel Aviv dan Tepi Barat.

Dari keterangan orang dekat Philippe, agenda reformasi pemerintah Prancis dan ancaman demo pada Juni 2018  merupakan faktor utama pembatalan kunjungan tersebut.

Pembatalan kunjungan kerja Philippe ke Israel terjadi di tengah situasi Timur Tengah yang kembali memanas.

Diketahui Prancis merupakan salah satu negara yang mengutuk keras serentetan pertumpahan darah di sepanjang perbatasan Gaza

Dimana pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 100 pengunjuk rasa dari Palestina dalam beberapa pekan terakhir.

Nantinya Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan akan bertolak ke St. Petersburg untuk melakukan pembicaraan dengan pemimpin  Rusia yaitu Vladimir Putin.

Diriya menyebut, Dukungan Putin merupakan kunci untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran. Sehingga memastikan pasokan gas Eropa stabil.

Menurutnya, Bisnis menjadi agenda penting kunjungan dua hari Macron ke Negeri Beruang Merah. Kunjungan Macron bertepatan dengan pelaksanaan St. Petersburg International Economic Forum 2018.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian menyampaikna bahwa Kesepakatan Nuklir Iran tidak mati biar pun Amerika Serikat keluar dari kesepakatan tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Iran Hassan Rouhani membicara Mengenai status tersebut pada hari Rabu 9 Mei 2018, Para menteri luar negeri Prancis, Inggris dan Jerman akan membicarakan keadaan dengan para pejabat Iran hari Senin pekan depan.

Rangkaian pertemuan ini dipandang sebagai upaya Prancis untuk menunjukkan konsistensi komitmennya terhadap Iran atas kepatuhan kesepakatan yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Hal serupa juga telah diutarakan oleh Prancism Inggris, dan Jerman yang dimana ketiga negara tersebut merupakan penandatangan JCPOA.

Kanselir Jerman Angela Merkel, PM Inggris Theresa May, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah mengeluarkan pernyataan gabungan yang menegaskan bahwa ketiga negara tetap berkomitmen terhadap Kesepakatan JCPOA

“Bersama, kami (Jerman, Prancis, dan Inggris) tetap akan melanjutkan komitmen kami terhadap JCPOA, yang mana, kesepakatan itu penting bagi keberlangsungan perdamaian di kawasan,” tegasnya

detiktribun

 

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!