Pesan Prabowo Subianto Untuk Para Pemilih di Pilkada Jakarta 2017

Politik terlalu rendah bila direduksi menjadi hanya soal pergantian kekuasaan. Yang paling tinggi dan paling mulia dari tujuan politik seharusnya adalah perjuangan nasib orang banyak. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di kediamannya di daerah Hambalang. Menurutnya, arah pergerakan nasib warga Jakarta akan tergantung dari hasil Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Karena setiap paslon pasti memiliki pandangan sendiri dalam memimpin Jakarta nantinya.

Prabowo juga menyampaikan sebuah Pidato yang ditujukan kepada para pemilih khususnya di Jakarta. Ada 6 point penting dari Pidato tersebut. Berikut adalah 6 point penting dalam Pidato yang disampaikan oleh Prabowo.

  • Tak ada kompromi bagi tegaknya Pancasila, UUD 45, dan NKRI di Jakarta. Itu harga mati. Saya, ujar Prabowo, akan menjadi orang pertama yang menurunkan Anies-Sandi jika mereka tak setia pada konstitusi. Anies dan Sandi ujar Prabowo karena diusung juga oleh Gerindra pasti mendukung keberagaman, Bhinneka Tunggal Ika.

  • Namun, lanjut Prabowo, kebinekaan di bawah Anies-Sandi akan lebih stabil dan aman. Jakarta nyaris terbelah jika seorang gubernur tak bisa menjaga omongannya sendiri. Apalagi jika omongan itu tidak sensitif terhadap agama dan keyakinan orang banyak. Di bawah Anies-Sandi Jakarta akan lebih stabil. Dunia usaha memerlukan Jakarta yang stabil. Pemerintah nasional membutuhkan Jakarta yang stabil.

  • Di bawah Anies-Sandi, kebinekaan juga akan lebih kental dengan keadilan sosial. Ketimpangan ekonomi di Jakarta memprihatikan. Ini bukan hanya tak adil bagi yang miskin. Tapi juga bahaya bagi yang kaya: Politik akan rawan. Jakarta harus untuk semua. Pemimpin perlu lebih berempati kepada rakyat kecil. Jangan ada bahasa dari seorang gubernur yang terkesan arogan melecehkan mereka.

  • Yang baik dari gubernur lama akan dilanjutkan, bahkan ditingkatkan. Perang terhadap korupsi akan semakin dikobarkan. Pemerintahan justru maju dengan meneruskan dan mengembangkan pencapaian baik pemimpin sebelumnya.

  • TPS perlu dikawal. Jangan sampai kecurangan mengubah pilihan rakyat. Kita tak akan bermain curang. Tapi kita juga tak rela jika dicurangi.

  • Agama menggoreskan batin sangat dalam bagi penduduk Indonesia, termasuk pemilih Jakarta. Seorang pemikir boleh saja berjumpalitan dengan gagasannya sendiri. Namun, seorang gubernur harus peka, menghormati, dan peduli dengan keyakinan masyarakat yang dipimpinnya.

 

error: Content is protected !!