Peta Dukungan Pilgub DKI Jakarta Dipastikan Berubah

Peta dukungan pasca real count Pilgub DKI Jakarta 2017 mulai berubah. Setelah Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni mengakui kekalahannya setelah melihat hasil quick count hasil Pilgub Jakarta, beberapa relawan Agus-Sylvie mulai mengalihkan dukungan mereka ke pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

Hasil real count KPU menyebutkan pasangan cagub dan cawagub no urut 1 ini hanya mendapatkan 17.07 % suara. Sedangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat mendapatkan 42.96 % suara dan pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno mendapatkan 39.97 % suara. Dengan hasil ini, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni dipastikan tidak bisa maju ke putaran kedua Pilgub DKI.

Hal ini lah yang menyebabkan para eks relawan Agus – Sylvi yang menginginkan pemimpin baru untuk DKI Jakarta memilih untuk memberikan dukungan ke Anies – Sandi. Peralihan dukungan ini, diinisiasikan oleh Ketua Komite Masyarakat Nasional Indonesia (KMNI), Alex Asmasoebrata di Jalan Cikajang, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017). Anies Baswaden pun menyempatkan diri untuk menghadiri deklarasi dukungan ini.

Walaupun belum ada sikap resmi dari tim pemenangan Agus – Sylvi, Alex mengatakan bahwa para relawan berhak untuk menentukan arah dukungan mereka dan tidak dapat dilarang oleh pihak manapun. Alex juga mengaku sudah berbicara dengan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengenai pengalihan dukungannya ke pasangan Anies – Sandi. Bahkan, pada kesempatan itu, Alex juga meminta kepada Hinca agar Agus-Sylvi segera mendeklarasikan dukungan mereka untuk pasangan cagub nomor 3 ini.

Anies mengatakan bahwa kedatangannya ke acara deklarasi dukungan para eks relawan Agus – Sylvi ini merupakan undangan dari Alex. Menurutnya, ia mendatangi deklarasi ini seperti mendatangi deklarasi para relawannya yang lain. Walaupun dinilai tidak etis karena menghadiri deklarasi eks lawan, Anies juga mengatakan bahwa dukungan ini merupakan keputusan para relawan tersebut dan bukan merupakan keputusan dari partai politik pendukung Agus – Sylvi.

Juru bicara tim pemenangan Agus-Sylvi, Rico Rustombi, mengatakan bahwa pihaknya belum menentukan dukungan kepada pasangan calon lain pada putaran kedua Pilgub DKI nanti. Rico juga menambahkan, bila ada pihak yang mengatasnamakan tim pemenangan Agus – Sylvi memberikan dukungan untuk pasangan lain itu sudah pasti tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena memang belum ada keputusan resminya untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon tertentu. Ia juga menghimbau agar semua pendukung Agus – Sylvie menahan diri mengenai arah dukungan pada putaran kedua Pilgub DKI nanti agar tak menimbulkan kegaduhan yang dapat merugikan pihak Agus-Sylvi.

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menilai PKB dan PPP akan mengalihkan dukungan mereka ke pasangan Ahok – Djarot. Menurut Yunarto, posisi PPP dan PKB sebagai pendukung pemerintah merupakan posisi yang membuat kedua partai itu akan bergabung mendukung pasangan Ahok – Djarot di putaran kedua pilgub DKI nanti. Ada kemungkinan PAN akan memberikan dukungan ke pasangan Ahok-Djarot karena PAN merupakan salah satu partai pendukung pemerintah juga. Namun hal ini dinilai akan terganjal oleh Amien Rais. Partai Demokrat dinilai akan memilih untuk tidak berpihak kepada pasangan lainnya seperti saat Pilpres tahun 2014.

Meskipun prediksi mengatakan banyak peralihan dukungan ke pasangan Ahok – Djarot, Yunarto menilai bahwa hal ini tidak akan berpengaruh banyak pada elektabilitas cagub dan cawagub petahana ini. Sebab menurutnya, para pemilih di Jakarta tidak dimobilisasi partai dan semakin rasional dalam memilih.

error: Content is protected !!