Pidato Perpisahan Presiden Barrack Obama

Be Sociable, Share!

Pidato perpisahan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang dibacakan selasa kemarin, disusun selama berbulan-bulan bersama dengan para stafnya. Bahkan saat sedang liburan bersama keluarga di Hawaii, Obama terus menyempurnakan pidato perpisahannya itu. Menurut beberapa staf Obama, perencanaan tersebut dimulai beberapa bulan setelah Obama memutuskan untuk menyampaikan pidato perpisahannya di kota tempat ia memulai karir politiknya, yaitu di Chicago, Illinois.

Pidato perpisahan Presiden AS yang pertama dilakukan pada tahun 1796 oleh George Washington. Hingga kini pidato perpisahan ini masih dibacakan oleh Senat AS setiap tahunnya sebagai tradisi. Pidato itu berisi peringatan soal faksionalisme dan intervensi asing.

Presiden – Presiden AS sebelumnya juga melakukan pidato perpisahan. Seperti George W. Bush yang menyampaikan pidato perpisahannya di East Room Gedung Putih di hadapan 200 pendukung serta stafnya. Bill Clinton, Ronald Reagan, dan Jimmy Carter melakukan pidato perpisahannya di Ruang Oval. Sedangkan George H.W. Bush memilih untuk menyampaikan pidato perpisahannya di West Point yang menjadi lokasi Akademi Militer AS.

Seperti pidato perpisahan Presiden – Presiden AS sebelumnya, Presiden Barrack Obama menulis sendiri pidatonya. Obama mendiktekan kalimat – kalimatnya kepada ketua tim pengetik pidato kepresidenan Cody Keenan, yang kemudian menuangkan kata-kata Obama ke dalam ketikan. Obama kemudian memeriksa draf pidato yang sudah diketik dan memberi banyak catatan pada bagian yang ingin diubah. Obama menuliskan sendiri kata-kata baru di samping kalimat lama yang ingin diubah pada draf pidato itu. Obama dan Keenan menyusun sedikitnya empat draf pidato perpisahan sebelum membuat draf terakhir pidato perpisahannya.

Obama mulai membaca draf terakhir sepanjang penerbangan kembali ke Washington DC Minggu kemarin. Selain Cody Keenan, beberapa mantan staf dan penasihat Obama seperti Jon Favreau yang pernah menjadi pengetik pidato kepresidenan dan David Axelrod yang mantan penasihat senior, juga terlibat.

Saat Presiden Barrack Obama menyampaikan pembukaan pidato perpisahannya, ribuan orang yang meneriakkan ‘empat tahun lagi’. Obama juga mengatakan bahwa ia berterima kasih atas kesempatan berkomunikasi dengan rakyat yang menurut dia telah membuat dirinya jujur dan terilhami. Menurutnya, rakyat Amerika telah membuat dirinya menjadi seorang presiden dan seorang laki-laki yang lebih baik. Ia juga mengingatkan para hadirin bahwa prinsip dasar negara ini adalah ‘merangkul semuanya, dan bukan hanya sebagian’

Presiden Barrack Obama juga menguraikan beberapa pencapaiannya selama delapan tahun saat memberikan pidato perpisahannya, termasuk kesetaraan perkawinan, memulihkan kembali ekonomi yang terjerumus ke dalam resesi, menewaskan seorang pemimpin teroris, dan mengakhiri program nuklir Iran. Dia menyebut Amerika Serikat telah menjadi tempat yang lebih kuat dibandingkan saat awal ia mulai memerintah. Lewat pengalihan kekuasaan secara damai, Obama mengatakan, demokrasi Amerika efektif hanya kalau politik di negara ini mencerminkan kesantunan rakyatnya.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!