Pihak PBB Akan Selidiki Insiden Kekerasan Dijalur Gaza

Pihak PBB Akan Selidiki Insiden Kekerasan Dijalur Gaza

Pihak PBB Akan Selidiki Insiden Kekerasan Dijalur Gaza. Bentrokan warga Palestina dengan pasukan keamanan Israel pecah di perbatasan Israel-Gaza. Menurut data dari Departemen Kesehatan Palestina, 15 warga tewas dan ratusan orang luka luka akibat insiden tersebut.

Pihak berwenang  Israel mengatakan bentrokan pecah akibat warga palestina semakin mendekat ke perbatasan dan melempar batu kepada pihak militer Israel, Pihak pun mengambil tindakan untuk mengantisipasi pembubaran terhadap para pendemo

“bentrokan pecah ketika ribuan warga Palestina mendekat ke perbatasan. Militer Israel mengatakan, tentara membalas tindakan demonstran yang melemparkan batu dan menggelindingkan ban-ban yang dibakar”

Menurut Departemen Kesehatan Palestina, Diketahui pasukan Israel menggunakan peluru asli yang berbalut karet dan gas air mata, yang mengakibatkan  15 warga Palestina meninggal dunia dan melukai sekitar 500 orang.

Bentrokan tersebut merupakan hari paling mematikan di Gaza sejak musim gugur tahun ini.

Pihak Palestina membangun tenda tenda untuk memprotes di sepanjangn Jalur Gaza. keluarga, laki-laki, perempuan, dan anak-anak, diperkirakan berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut.

Demonstrasi tersebut nantinya akan berakhiri pada 15 Mei, Demo itu dirancang untuk memperingati hari Nakba. Ketika ratusan ribu warga Palestina harus meninggalkan tempat tinggal mereka atau tersingkir dalam perang tahun 1948. Yang akhirnya berdirinya negara Israel di wilayah Palestina.

Diketahui Israel telah mengerahkan lebih dari 100penembak jitu di sepanjang Jalur Gaza yang berbatasan dengan Palestina.

Demonstrasi beberapa pekan itu  diakhiri bersamaan dengan rencana Washington membuat kedutaan besar di wilayah Yerusalem, Pembangunan tersebut membuat Palestina marah. Karena menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa mendatang.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan untuk digelar penyelidikan independen dan transparan terhadap bentrokan yang menewaskan 15 warga palestina.

Pemerintah Kuwait telah mengajukan permohonan agar Dewan Keamanan PBB untu kmenggelar rapat darurat membahas situasi di Gaza.

Seorang pejabat PBB, Taye-Brook Zerihoun menyampaikan bahwa  kekerasan bisa semakin parah dalam beberapa hari mendatang dan mendesak pihak Israel agar patuh pada hukum internasional.

“Tindakan keras harusnya dilakukan sebagai jalan terakhir dan kematian ini harus diselidiki oleh pihak berwenang,” ucap Taye-Brook Zerihoun.

Rapat Dewan Keamanan PBB digelar tertutup tapi kemudian menjadi rapat dengar pendapat terbuka.

Duta besar Palestina untuk PBB Riyad Mansur menyampaikan bawah Dirinya kecewa karena Dewan KeamananPBB  tidak mengutuk keras peristiwa yang dia sebut pembantaian terhadap para pendemo.

error: Content is protected !!