Pilgub DKI Jakarta 2017

Be Sociable, Share!

Hasil quick count dari 3 lembaga survei ternama pada Pilgub DKI Jakarta 2017 ini sudah hampir tuntas. Posisi teratas sementara dipegang oleh pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat, yang disusul oleh pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno. Namun, perolehan suara kedua calon Gubernur dan Wakil Gubernur ini, belum ada yang mencapai angka 50 persen.

Diketahui bahwa syarat agar Pemilihan Cagub Cawagub DKI hanya 1 putaran dengan cara salah satu pasangan Cagub dan Cawagub peserta Pilgub harus mendapatkan suara dengan total minimal 50% + 1 dari total suara. Dengan hasil quick count yang ada sekarang, dipastikan bahwa pasangan Cagub dan Cawagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno akan kembali bertarung dalam Pilgub putaran kedua.

Berikut Hasil Quick Count dari beberapa lembaga survei hingga pukul 18.15 tadi.

Lingkaran Survei Indonesia

Data masuk: 100%

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni: 16,9%
2. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 43,2%
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 39,9%

SMRC

Data masuk: 99%

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni: 16,7%
2. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 43,1%
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 40,2%

Polmark Indonesia

Data masuk: 99,25%

1. Agus Yudhoyono-Sylviana Murni: 19,1%
2. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 41,2%
3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 39,7%

Mekanisme Pilgub Putaran Ke-2

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2016 Pasal 36 disebut jika tidak ada Pasangan Calon (Paslon) yang memperoleh data lebih dari 50 persen, maka diadakan pemilihan putaran kedua. Pada pemilihan putaran kedua, pasangan yang mengikuti adalah 2 pasangan yang memperoleh suara terbanyak pada putaran pertama.

Pasal 36

[1] Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih.

[2] Dalam hal tidak terdapat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di DKI Jakarta yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen), diadakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran kedua yang diikuti pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua pada putaran pertama.

Kemudian, untuk tahapan penyelenggaraan putaran kedua, ada 4 tahapan yang akan dijalani oleh Paslon.

[3] Tahapan pemilihan putaran kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup

  • Pengadaan dan pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan pemilihan
  • Kampanye dalam bentuk penajaman visi, misi dan program pasangan calon.
  • Pemungutan dan penghitungan suara
  • Rekapitulasi hasil perolehan suara

Apabila Pilgub DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran, begini tahapan jadwal yang akan dilaksanakan menurut KPU DKI Jakarta.

  1. Penetapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 4 Maret 2017
  2. Rekapitulasi daftar pemilih 5 Maret-19 April 2017
  3. Sosialisasi 4 Maret-15 April 2017
  4. Masa tenang dan pembersihan alat peraga 16 April-18 April 2017
  5. Pemungutan dan penghitungan suara 19 April 2017
  6. Rekapitulasi suara 20 April sampai 1 Mei 2017
  7. Penetapan Pasangan Calon tanpa sengketa 5 Mei sampai 6 Mei 2017
  8. Sengketa hasil (mengikuti jadwal MK)
  9. Penetapan paslon terpilih pasca putusan MK (paling lama 3 hari setelah putusan MK).
Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!