Polisi Bekuk Pelaku Teror Bom DAAI TV

Be Sociable, Share!

Polisi Bekuk Pelaku Teror Bom DAAI TV

Teror melalui media sosial untuk kesekian kalinya kembali terjadi, namun teror ditujukan ke stasiun TV. Polres Metro Jakarta Utara sudah mengamankan satu orang pelaku teror asal Langkat dan sudah menahannya di tahanan Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1/2017).

Setelah polisi telah menangkap satu tersangka dalam perkara ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya terus melakukan penelusuran aksi teror yang dilakukan melalui medsos itu.

“Itu benar (ada teror bom). Tapi udah ada yang kita tangkap di Medan, Sumatera Utara. Sementara satu orang yang ditangkap,” ujar Argo, Kamis (5/1/2017).

Argo menuturkan, Tim Gegana langsung dikirimkan ke lokasi saat kantor DAAI TV menerima ancaman dari fanpage Facebook-nya. Namun petugas tak menemukan adanya benda mencurigakan atau bahan peledak di lokasi.

Kendati begitu, polisi tetap memproses adanya teror melalui sosial media itu. “Ya, namanya teror bisa bener (ada bom) bisa tidak. Kan teror dengan suara bisa, dengan ucapan juga bisa,” jelas Argo.

Berawal dari Iseng

Iseng, itulah yang menjadi alasan WH (23), warga asal Medan, Sumatera Utara, terkait aksi teror yang dilakukannya terhadap stasiun DAAI TV, beberapa waktu lalu.

Bujangan empat bersaudara itu pun harus mendekam dibalik jeruji besi tahanan Mapolda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Kamis (5/1).

“Enggak ada maksud neror, Bang. Iseng aja aku,” ungkap tunakarya yang pernah meneror gedung Trans TV itu saat tiba di Polda Metro Jaya (PMJ).

Aksi iseng WH bermula saat dirinya bergabung ke Fanpage Facebook (FB) Refleksi DAAI TV menggunakan akun palsu Andrew.

Dalam terornya tanggal 2 Januari 2017 pukul 12.50 WIB, WH juga menyertakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“I Love ISIS. Kami telah beri kejutan di 5 titik di gedung DAAI TV. Hitungan 10 menit mulai dari sekarang,” ujar Dir Reskrimsus PMJ Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat membacakan teror yang dibuat WH.

Panik dengan “surat kaleng” itu, pihak DAAI TV pun melapor ke PMJ. Menindaklanjuti hal itu, Subdit Cyber Crime Dit Reskrimsus PMJ mengontak pihak FB untuk melacak Internet Protocol (IP) Address akun FB Andrew tersebut.

“Setelah itu, dari FB memberikan alamat rumah di Jalan Langkat, Medan, Sumut,” ungkap Kasubdit Cyber Crime Dit Reskrimsus PMJ Ajun Komisaris Besar Roberto Pasaribu.

Tim Cyber Crime PMJ pun berangkat ke Medan bersama Kapolsektro Penjaringan, Jakut Komisaris Bismo Teguh Prakoso didampingi Kanit Reskrimnya Ajun Komisaris Rohmat.

WH pun dibekuk tanpa perlawanan di kediamannya Rabu (4/1) pukul 23.00 WIB.

Argo pun mengimbau agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Sebab, semua sudah ada aturannya. Masyarakat juga diminta tidak main-main menebar teror dari media apapun.

“Kita harus punya etika bersosial media. Dan harus sadar yang kita sampaikan itu kira-kira merugikan orang atau tidak,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum, WH dijerat Pasal 27 ayat (4) dan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jika terbukti bersalah, WH terancam hukuman maksimal12 tahun penjara.

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!