Karena Tersulut Emosi Polisi Ikut Menghajar Supir Ugal-ugalan

Karena Tersulut Emosi Polisi Ikut Menghajar Supir Ugal-ugalan

Saat ini tengah ramai diperbincangan mengenai beredarnya video polisi ikut menghajar pengemudi ugal-ugalan di Purbalingga, Jawa Tengah. Video tersebut beredar di media sosial maupun situs Youtube. Kejadian dalam video tersebut terjadi pada Kamis (2/3) di Jalan MT Haryono, Purbalingga.

Mulanya, Waskito mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan. Masyarakat pun melaporkan ke polisi yang bernama Bripda Afifat dan meminta ia menanganinya. Waskito menghentikan mobilnya setelah diminta oleh Afifat dan malah memaki-maki dengan kata-kata kasar. Kejadian itu menghambat kendaraan lain untuk lewat.

Waskito malah melarikan diri sehingga dikejar. Dia ditemukan hampir menabrak beberapa orang dan truk. Waskito akhirnya berhasil dihentikan dan diamankan. Salah satu saksi yang juga merupakan tetangga Waskito, Abdi Nur Kholis, mengatakan Waskito sempat meracau dirinya sedang di berada di sirkuit balapan saat menyetir.

Namun, Waskito langsung dikerubungi massa dan dipukuli. Afifat disebut polisi kewalahan untuk mengamankan Waskita dari massa karena hanya sendirian.

Ketika itu, Bripda Afifat telah menghubungi Aiptu Sutanto selaku Kanitpatroli Satsabhara Polres Purbalingga seraya mengamankan sopir. Tapi sopir yang telah diamankan malah memancing emosi Bripda Afifat dengan menarik kaki, sehingga Bripda Afifat ikut memukul sopir.

Waskito terus saja mengamuk dan berusaha lari dengan masuk ke mobilnya bagian jok depan kiri. Oleh Bripda Afifat, sopir langsung ditarik dan dibawa ke Cafe Kopi Cokelat Lava. Di situ dilakukan interograsi dan sopir melonjak dengan menjawab nada tinggi, Bripda Afifat pun kembali memukul dia.

Waskito disebutkan bahwa sedang belajar ilmu hitam di daerah Kutasari, Purbalingga. Karena ajaran itu, dia sering bertingkah aneh.

Tak berapa lama, sopir itu dibawa ke Polres Purbalingga. Ternyata sopir itu adalah tetangga salah satu anggota Polres Purbalingga dan ketika keadaan berdarah, sopir langsung dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda, setelah itu, sopir langsung diserahkan ke keluarga.

Kabarnya, orangtua pemuda kemudian menyampaikan terima kasih kepada polisi karena telah menyelamatkan nyawa anaknya. Meski begitu, untuk anggota Polri yang mengamankan (Bripda Afifat) tetap diperiksa Propam Polda Jateng karena ikut memukul sopir.

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

error: Content is protected !!