Polisi Tangkap Pelaku Intimidasi Remaja Di Cipinang

Be Sociable, Share!

Video Intimidasi terhadap seorang remaja bernama M (15) yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota FPI tengah beredar luas. Video berdurasi sekitar sebelas menit ini diduga terjadi di kantor RW di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Dalam video tersebut,  M dikerumuni oleh belasan orang yang berasal dari ormas tertentu. Intimidasi yang dilakukan oleh orang – orang ini merupakan perbuatan yang sewenang – wenang yang tidak sepatutnya dilakukan kepada seorang remaja yang masih berumur 15 tahun.

Remaja berkacamata ini dituduh telah mengolok – olok FPI beserta pimpinannya, Habib Rizieq Shihab, melalui postingannya di salah satu media sosial. Selain mendapat kekerasan secara verbal, remaja berusia 15 tahun tersebut tampak mendapat kekerasan secara fisik. M dipaksa meminta maaf dan mengakui perbuatannya. Bahkan M diancam akan dilukai jika mengulangi perbuatan serupa.

Video viral ini pun akhirnya terendus oleh salah satu anggota Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi kemudian mendatangi rumah M di Cipinang Muara, Jakarta Timur. M beserta keluarganya langsung dievakuasi ke Mapolda Metro Jaya untuk menghindari intimidasi lanjutan dari orang – orang tersebut.

Di Mapolda Metro Jaya, M diwakili orangtuanya memutuskan untuk membuat laporan polisi. Saat memberi keterangan kepada polisi, M mengakui bahwa ia mengunggah postingan yang dianggap menghina ormas tertentu pada 20 Mei 2017 lalu. Kemudian, pada 26 Mei postingan M diviralkan. Selang tiga hari kemudian, M dibawa oleh sekelompok orang tersebut ke sebuah pos RW. Di dalam ruangan tersebut M mendapatkan intimidasi serta kekerasan fisik. Selanjutnya, video mengenai tersebut viral di media sosial dan pada Kamis kemarin M dievakuasi polisi. Selang beberapa jam setelah M dan keluarganya dievakuasi, polisi meringkus beberapa terduga pelaku intimidasi tersebut. Kedua terduga pelaku tersebut berinisial M dan U warga Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan akan memproses hukum siapapun yang melakukan persekusi seperti ini termasuk FPI. Persekusi seperti ini akan ditindak tegas oleh pihak kepolisian. Bagi siapapun yang menjadi korban persekusi, diharapkan untuk melapor kepada polisi. Persekusi yang dimaksud merupakan perburuan sewenang – wenang terhadap seseorang atau sekelompok orang.

Di Mapolda Metro Jaya, M didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum. Selain itu, ia juga didampingi oleh psikiatris untuk memulihkan psikisnya yang terkena imbas dari presekusi tersebut. Adapun para pelaku Persekusi terhadap anak dibawah umur dapat dikenakan Pasal 80 ayat 1 juncto Pasal 76c UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!