Polisi Tetapkan 7 Tersangka Dalam Kasus Makar

Be Sociable, Share!

Setelah melakukan penangkapan terhadap 11 orang, Polri menetapkan tujuh orang di antaranya sebagai terduga makar. Mereka disangkakan melanggar pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP. Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, Firza Husein, Eko Suryo Santjojo, Alvin Indra, dan Rachmawati Soekarnoputri menjadi tersangka dalam kasus dugaan makar ini seperti dikatakan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu.

Polri mengakui meski makar belum terjadi, posisi ketujuh orang tersebut di mata hukum tetap sebagai tersangka. Makar didefinisikan sebagai permufakatan. Bukti yang didapatkan oleh polri berupa tulisan dan percakapan terkait perencanaan menduduki gedung DPR, pemaksaan dilakukannya sidang istimewa, serta tuntut pergantian pemerintah menjadi dasar penetapan tersangka.

Polri mengkategorikan permufakatan makar sebagai perbuatan delik formil. Artinya, tidak perlu terjadi perbuatan makar itu, tapi dengan adanya rencana dan kesepakatan, permufakatan oleh sekelompok orang dapat dipersangkakan. Meskipun sudah menjadi tersangka, polisi tidak melakukan penahanan terhadap mereka atas dasar penilaian subjektif. Ketujuh tersangka hanya menjalani pemeriksaan selama 1 x 24 jam, sementara proses penyidikan masih dijalankan tanpa adanya penahanan.

Pada Jumat (2/12) pagi, aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menangkap 10 orang, yaitu Ahmad Dhani, Eko Suryo Santjojo, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Huzein, Racmawati Soekarno Putri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, Rizal. Selain 10 orang tersebut, polisi juga menangkap Alvin Indra di Kedaung Waringin Tanah Sereal. Total yang ditangkap sebanyak 11 orang.

Mereka semua ditangkap karena diketahui ingin memanfaat momen aksi damai 212 untuk menduduki gedung MPR/DPR RI selanjutnya dilakukan sidang istimewa untuk menggantikan Presiden Joko Widodo. Polisi sudah melakukan penyelidikan selama setengah bulan dan diketahui sudah digelar sejumlah rapat diserta persiapan pola gerakan.

Tiga di antaranya ditahan, yaitu Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal dijerat pasa UU ITE dan pasal 107 berkaitan dengan konten dalam media sosial, terutama di Youtube yaitu ajakan penghasutan. Pelaku dugaan percobaan makar dan pelanggar UU ITE tersebut dibawa ke Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, untuk pemeriksaan lebih lanjut setelah ditangkap.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berharap pihak kepolisian untuk melepaskan mereka dari jeratan hukum jika tak ada dasar yang kuat untuk dibawa pada tuntutan hukum. Prabowo juga mengaku mengenal baik mereka yang ditahan. Menurutnya, Rachmawati adalah sosok yang nasionalis.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!