Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pengeroyokan Dan Pembakaran Muhammad Alzahra

Polisi Menetapkan Dua Orang Tersangka Pengeroyokan Dan Pembakaran Muhammad Alzahra

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Pengeroyokan Dan Pembakaran Muhammad Alzahra. pihak kepolisian pun menetapkan  Kedua tersangka yang berinisial NA dan SU.

Kedua tersangka diduga berperan dalam pengeroyokan korban dengan menendang diperut, Namun keduanya tidak terlibat dalam pembakaran saat aksi dilakukan. Polisi pun masih memburu para pelaku lainnya, Pihak kepolisian pun sedang memburu tersangka yang menyediakan bahan bakar.maupun alat pemercik api.

Awalnya polisi meminta 10 orang saksi yang berada di lapangan ( TKP ), kesepulu saksi ini diminta keterangannya, Dalam pengembangan dan penyidikan polisi menetapkan 2 orang tersangka yaitu dari 10 saksi yang di mintai keterangannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan kami masih mengembangkan pelaku lainnya, yang membawa bensin dan kore api masij kami lakukan pengejaran.

Polisi telah mengidentifikasi pra pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan dan pembakaran. Kepolisian berharap dapat menangkap para pelaku lainnya dalam waktu cepat.

Dalam kasus ini kedua tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan Bersama-di Depan Umum atau Pengeroyokan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun menjenguk keluarga korban Muhammad Alzhahra di kediamannya di Bekasi Jawa Barat. Lukman tiba pukul 09.00 Wib dan di sambut oleh keluarga korban. Lukman pun menyampaikan akan menanggung biaya pendidikan putra almarhum hingga sampai

“Insyaallah, jika keluarga almarhum mengizinkan. Saya akan menanggung biaya pendidikan anak almarhum,” ucapnya

Datangan Lukman ini untuk menyampaikan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas peristiwa pengeroyokan dan pembakaran. Lukman pun meminta kepada masnyaakat diharapkan agar tidak terulang lagi.

Lukman pun meminta pihak kepolisian untuk menangkap para tersangka untuk di proses secara hukum dan kita bisa sama sama mengambil pelajaran atas musibah yang terjadi.

Dikatuhui, Muhammad Alzahra Alias Joya dibakar hidup hidup oleh warga yang berada di Kampung Muaara Bakti, Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. M Alzahra dituding telah mencuri Amplifer yang berada di mushola, Namun belum sempat korban memberikan keterangan. Warga langsung main hakim sendiri yang berujung pada pembakaran M Alzahra.

dewadominoqq

 

error: Content is protected !!