Politikus PDIP Tegaskan Megawati Tidak Menghina Islam

Politikus PDIP Tegaskan Megawati Tidak Menghina Islam

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab meminta aparat memproses hukum Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati.

Rizieq menilai Megawati telah menistakan agama Islam saat berpidato dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-44 PDIP, yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

“Kami minta ibu Megawati diperiksa. Ini negara bukan milik Megawati, ini negara bukan milik seorang,” kata Rizieq dari atas mobil orasi, Senin (16/1).

Politikus Anggota Komisi III DPR Dwi Ria Latifa keberatan dengan pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah  menghina umat Islam saat berpidato beberapa waktu lalu.

Dwi yang menyaksikan langsung pidato Megawati membantah adanya pernyataan tersebut. “Ketika Pak Habib sampaikan tadi tentang pidato Bu Megawati, saya rasa tentu kita harus cermati betul apa isi pidato beliau. Saya datang, saya dengar, dan tidak ada satu kata pun beliau (Megawati) menghina apakah Habib, apakah FPI, apakah umat Islam, atau siapapun,” tegasnya ketika menerima Rizieq di komisi III DPR dalam panitia kerja penegakkan hukum, Selasa (17/1).

Menurutnya,  apa yang disampaikan  Megawati dalam pidatonya yakni tentang bagaimana menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika. “Tapi bicara tentang suatu ideologi yang harus kita cermati yang nantinya akan sedikit menjadi peringatan buat bangsa kita. Karena kita tetap jaga NKRI ini, Bhineka Tunggal Ika ini,” ulas Dwi kepada Rizieq.

Dwi mengaku belum pernah bertemu Habib Rizieq dan hanya melihat melalui video. Setiap hari, Dwi selalu mendapatkan video Habib Rizieq.

“Saya juga senang hari ini, Alhamdulillah kebetulan memang background saya sebagai pengacara yang baru 26 atau 27 tahun. Dan bersyukur juga selalu menjalankan suatu proses hukum,” kata Dwi.

“Masyarakat yang akan menilai apakah yang habib katakan tadi panjang lebar bisa dibuktikan bahwa habib tidak bersalah, apakah yangg dilakukan oleh Polda atau kepolisian melakukan pelanggaran nanti ada prosesnya ketika di kejaksaan diterima atau tidak perkara ini, apakah dikembalikan, biarkan proses hukum itu berjalan,” kata Dwi.

 

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

error: Content is protected !!