Polri : Demo 4 November Disusupi 9 Terduga Teroris ISIS

Be Sociable, Share!

Polri : Demo 4 November Disusupi 9 Terduga Teroris ISIS

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan aksi unjuk rasa bertajuk Bela Islam pada 4 November lalu disusupi kelompok radikal yang difasilitasi Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Menurut Boy, mereka mengikuti aksi unjuk rasa untuk menciptakan kegaduhan di antara ribuan massa yang hadir.

Boy di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Mengatakan di sisi lain ia melakukan jaringan teror dan keterlimbatan kelompok teror untuk mendompleng aksi 4 November memang berjalan.

Boy mengatakan kelompok ini hadir untuk membuat keributan lalu mengambil senjata petugas ketika sudah terjadi kekacauan. Selain itu Boy menjelaskan, kehadiran teror pada aksi bela Islam tidak memiliki hubungan dengan penggerak demo yang mengatasnamakan Gerakan nasional pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Boy menjelaskan kelompok ini tidak ada hubungannya dengan peserta demo. Mereka ini datang untuk membuat gaduh, Chaos, dan berniat mengamnil senjata polisi. Dimana saat itu personal tidak dilengkapi dengan senjata.

Terkait hal tersebut Boy menjelaskan pengamanan aksi 4 November dilakukan dengan ekspresif, preventif dan tanpa senjata api. Sehingga niat kelompok tersebut tidak tercapai.

Boy menyebut ada sembilan orang tersangka yang saat ini sudah diamankan. Pertama adalah Saulihun alias Abu Nusaibah alias Abu Hilya alias Abu Husnia alias Abu Faqih alias Abu Islam alias Abu Hasan alias Abu Ikhsan alias Pak Slamet. Dia aktif memotivasi orang-orang untuk mendukung ISIS.

Tersangka kedua adalah Alwandi Supandi alias Abu Usama alias Aseng alias Sabeni. Pelaku adalah amir Khafilah Syuhada yang membawahi tiga khalifah yaitu Khalifah Usman bin Affan, Umar bin Khatab, dan Ali bin Abi Thalib.

Tersangka ketiga adalah Reno Suhartono alias Kholid alias Jack alias Alex. Pelaku ini ikut membuatkan KTP, dan paspor bagi WNI yang hendak ke Suriah. Lalu Dimas Adi Saputra alias Abu Khotob yang juga terlibat memfasilitasi WNI ke Suriah dan diperintah Saulihun untuk ikut demo ricuh di Penjaringan, Jakarta Utara.

Lalu ada tersangka Wahyu Widada alias Abu Karim yang juga sudah ikut idad dan Ibnu Aji Maulana yang bergerak di bagian media sekaligus moderator whats up bernama AL Gurobah. Tiga tersangka terakhir adalah Fuad alias Abu Ibrohim, Zubair, dan Agus Setiawan. Para tersangka itu dijerat Pasal 15 UU 15/2003 tentang permukatan jahat.

 

Klik Detiktribun untuk berita akurat terkini lainnya

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!