Produsen Vertu Bangkrut Akibat Terlilit Hutang

Be Sociable, Share!

Produsen ponsel mewah Vertu, telah menyatakan kebangkrutan perusahaannya. Mereka tengah bersiap – siap untuk menghentikan seluruh operasionalnya dan menghadapi proses likuidasi. Perusahaan yang berbasi di Inggris ini dikenal sebagai manufaktur ponsel seharga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Vertu sendiri sempat merilis seri ponsel mewah terbarunya pada awal tahun ini, yakni Constellation 2017. Namun peluncuran ponsel terbarunya ini tampaknya tidak dapat menyelamatkan perusahaan ini dari masalah keuangan yang dihadapinya. Menurut laporan dari The Financial Times (The Telegraph), pemiliknya mencoba menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan dengan membayar sebesar 1,9 juta pounsterling (32,7 miliar rupiah) dari total utang sebesar 128 juta poundsterling (2,2 triliun rupiah).

Menurut juru bicara Vertu, perusahaan ini sudah berupaya untuk mencapai sebuah pre-pack administration untuk menyelamatkan perusahaan. Namun upaya tersebut mengalami kegagalan dikarenakan persyaratan keuangan yang ditentukan dalam negosiasi pre-pack administration melampaui titik dimana perusahaan baru berpeluang untuk mencapai kelangsungan finansial.

Pre-pack administration adalah prosedur kebangkrutan di Inggris dimana perusahaan mencoba mengatur untuk menjual semua atau sebagian asetnya kepada pembeli sebelum menunjuk seorang administrator untuk memfasilitasi penjualan tersebut.

Pada akhirnya, Vertu tetap harus gulung tikar dan mengakibatkan hilangnya hampir 200 pekerjaan dari seluruh operasi manufakturnya di Inggris. Berita ini cukup mengejutkan, mengingat bahwa Vertu baru saja menandatangani kesepakatan berbagi teknologi dengan raksasa manufaktuk ponsel di Tiongkok, TCL.

Hasan Uzan, pengusaha terkemuka asal Turki yang kini tinggal di Perancis yang juga pemilik dari Vertu, mengatakan bahwa ia akan mempertahankan kepemilikan merek, teknologi, dan lisensi desainnya. Menurut The Financial Times, seseorang yang akrab dengan rencana Uzan mengatakan bahwa dia bermaksud untuk menghidupkan kembali perusahaan ini di masa depan.

Menurut analais HIS Technology, Ian Fogg, konsep yang selama ini dibawa oleh Vertu mungkin kurang cocok untuk dihidupkan kembali di masa depan. Pasalnya, perusahaan – perusahaan non produsen ponsel lainnya yang menjadi pesaingnya, menawarkan kustomisasi ponsel umum yang ada di pasaran.  Mereka bisa mengkustomisasi ponsel sesuai dengan keinginan konsumen. Bahkan pada ponsel keluaran terbaru sekalipun. Disinilah letak kelemahan utama Vertu. Walaupun dipenuhi dengan bahan mewah sebagai komponen ponsel, mereka tidak menawarkan spesifikasi ponsel terkini, bahkan bisa dibilang teknologi pada ponselnya jauh tertinggal dari yang digunakan ponsel produksi massal.

Vertu didirikan oleh Nokia pada tahun 1998, namun berpindah tangan pada tahun 2012 ke perusahaan ekuitas swasta EQT. Berlanjut berpindah kepemilikan pada tahun 2015 ke perusahaan Tiongkok Godin Holdings. Hasan Uzan membeli perusahaan tersebut pada bulan Maret setelah dijual oleh kendaraan investasi tersebut.

Vertu memproduksi secara personal ponsel mewahnya dari sebuah fasilitas manufaktur di Hampshire, Inggris. Ponsel Vertu terkenal dengan tampilan mendetail seperti penggunaan material batu rubi dan safir serta emas 18 karat dan kulit buaya. Harga mahal yang ditawarkan kepada konsumen sudah termasuk layanan purnajual 24 jam yang bisa diakses melalui sebuah tombol khusus.

Terkait dengan kesulitan yang dialami perusahaan saat ini, situs Vertu mengatakan bahwa mereka telah mengambil keputusan sulit untuk menangguhkan layanan yang ada saat ini. Mereka mengatakan akan berfokus untuk mengembangkan rangkaian layanan generasi baru yang sepenuhnya baru, khusus untuk pelanggannya. Mereka berencana untuk meluncurkan layanan baru ini pada September 2017.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!