PT DGI Ternyata Milik Sandiaga Uno

Be Sociable, Share!

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menyatakan bahwa PT Duta Graha Indah (DGI) adalah milik Sandiaga Uno. Hal ini disampaikan Nazaruddin saat bersaksi untuk terdakwa mantan Direktur Utama PT DGI, Dudung Purwadi, yang didakwa telah menguntungkan PT DGI sebesar 67,496 miliar rupiah dari dua proyek yaitu pembangunan RS khusus infeksi dan pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009 sebesar 6,78 miliar rupiah dan 2010 sebesar 17,998 miliar rupiah serta Wisma Atlet dan gedung serba guna Sumatera Selatan tahun 2010 – 2011 sebesar 42,717 miliar rupiah.

Nazaruddin mengatakan bahwa Dudung sendiri pernah mengatakan bahwa PT DGI adalah milik Sandiaga Uno. Ia juga menambahkan bahwa terakhir, mayoritas saham perusahaan tersebut dipegang oleh Sandiaga. Nazaruddin menyampaikan hal ini dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Namun, saat menjadi saksi dalam sidang 30 Agustus 2017 lalu, Sandiaga mengaku tidak pernah memiliki satu lembar pun saham PT DGI. Sandiaga mengatakan bahwa ia menjadi komisaris karena ajakan dari Prof Subroto selaku mantan menteri era Soeharto. Ia mengaku diundang sebagai seorang pakar dalam pasar modal, keuangan, dan investasi.

Nazaruddin juga yakin bahwa Sandiaga Uno pernah bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat saat itu, Anas Urbaningrum. Sandiaga bertemu dengan Anas Urbaningrum dan Dudung Purwadi di Hotel Ritz Carlton Kuningan. Namun dalam sebelumnya, Sandiaga membantah keras pernah melakukan hal tersebut.

Menurut Nazaruddin, Sandiaga bertemu dengan Anas dan Dudung untuk membicarakan tentang komitmen dan dukungan Anas untuk maju alam Pilkada DKI. Komitmen yang dimaksudkan adalah komisi setiap proyek yang didapat oleh PT DGI nantinya. Ia juga menambahkan bahwa limpahan proyek ini sudah berkali-kali terjadi.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa PT DGI memberikan ‘fee’ sebesar 15 persen dari nilai kontrak proyek – proyek yang akan ditangani. Hal ini berdasarkan kesepakatan dengan Anugerah Grup yang merupakan milik Nazaruddin. Dudung didakwa berdasarkan pasal 2 ayat (1) atas pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

PT DGI juga telah ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Pekerjaan Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009 – 2010 yang dilakukan tersangka PT Duta Graha Indah (DGI) Tbk yang telah berubah menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor Sprin.Dik-52/01/07/2017 tanggal 5 Juli 2017 dengan sangkaan yang sama dengan Dudung Purwadi.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!