Raline Shah Diangkat Jadi Komisaris Independen AirAsia Indonesia

Be Sociable, Share!

Raline Shah resmi diangkat oleh pemegang saham menjadi Komisaris Independen AirAsia Indonesia. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan. Penjelasan ini meluruskan kabar yang mengatakan bahwa artis kelahiran Jakarta, 4 Maret 1984 itu tengah masuk ke jajaran manajemen maskapai tersebut. Diketahui kabar ini muncul seiringan dengan cuitan CEO AirAsia Group, Toni Fernandes, yang mengatakan bahwa AirAsia Indonesia memiliki direktur baru.

Komisaris Utama AirAsia Indonesia, Pin Harris, menjelaskan bahwa penunjukan Raline Shah sebagai Komisaris Independen menyusul persetujuan mutlak dari para pemegang saham PT. AirAsia Indonesia kemarin. Ia juga menjelaskan alasan Raline dipilih menjadi Komisaris Independen.

Harris menjelaskan, bahwa pengangkatan Raline dikarenakan ia telah berhasil menginspirasi banyak masyarakat Indonesia untuk mejelajahi dunia melalui film – film yang dibintanginya. Ia juga mengatakan bahwa Raline merupakan cerminan AirAsia sebagai perusahaan yang dinamis yang percaya akan pemberdayaan generasi muda. Harris berharap dengan hadirnya Raline Shah di jajaran manajemen AirAsia Indonesia dapat membawa pengalaman, pengaruh, serta cara – cara berpikir yang baru, yang dapat membawa AirAsia Indonesia menuju ke jenjang berikutnya.

Pada pekan ini, Tony Fernandes mengatakan bahwa AirAsia Indonesia akan melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Ia berharap IPO dapat dilakukan tahun ini, namun rencana IPO ini tergantung juga pada pertumbuhan AirAsia Indonesia. Tony juga mempertimbangkan sejumlah faktor lainnya seperti kondisi pasar sebelum memasukkan saham AirAsia Indonesia ke lantai bursa.

Saat ditanya mengenai proses yang akan dilakukan dalam IPO tersebut, Tony menolak untuk menjelaskannya. Namun ia mengakatakan bahwa dana yang diperoleh dari IPO di bursa saham akan digunakan untuk menambah armada AirAsia Indonesia. AirAsia Indonesia diperkirakan akan mendatangkan delapan pesawat baru bertipe Airbus 320 hingga akhir tahun 2017. Tiga diantaranya akan digunakan AirAsia Indonesia X untuk rute internasional.

AirAsia Group ingin memusatkan bisnisnya di Malaysia di bawah satu payung besar. Saat ini, AirAsia Group telah memiliki unit bisnis di Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand, dan beberapa negara lainnya di luar Asia Tenggara. Tujuan penyatuan bisnis ini adalah seluruh unit bisnis AirAsia Group dapat go public dengan perusahaan holding yang baru.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!