Reaksi Para CEO Perusahaan Teknologi Terhadap Kebijakan Imigrasi Trump

Sejarah imigrasi di Amerika Serikat dapat dilacak sejak tahun 1600-an. Saat itu, penghuni pertama dari Eropa tiba di ‘Dunia Baru’ (New World) dan menempati area pantai bagian timur. Hal ini diungkapkan kembali oleh Mark Zuckerberg saat menanggapi kebijakan imigrasi yang telah ditandatangani oleh Presiden AS ke-45 Donald Trump. Trump mengesahkan perintah eksekutif yang melarang pemegang paspor dari tujuh negara yakni Iran, Irak, Suriah, Sudah, Somalia, dan Yaman, masuk ke wilayah Negeri Paman Sam.

Menurut Mark, AS adalah bangsa para imigran dan para warga AS harus bangga karena hal tersebut. Mark Zuckerberg menuliskan hal tersebut dalam laman Facebooknya. Selain itu, Mark juga mengatakan bahwa nenek moyangnya berasal dari Jerman, Austria, dan Polandia. Sedangkan orang tua dari Priscilla adalah pengungsi dari China dan Vietnam. Ia juga merasa khawatir mengenai dampak perintah eksekutif yang telah ditandatangani oleh Presiden Trump tersebut. Menurutnya, pemerintah AS memang harus menjaga agar negara dan rakyatnya aman. Namun, sebaiknya pengamanan ini dilakukan terhadap mereka yang secara nyata menghadirkan ancaman.

CEO Apple, Tim Cook juga menentang kebijakan Donald Trump mengenai imigrasi ini. Menurutnya, Apple tak akan ada tanpa adanya imigrasi, terutama untuk berkembang dan berinovasi dengan cara yang akan mereka lakukan. Cook pun ikut prihatin akan kekhawatiran para stafnya terkait kebijakan imigrasi baru yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump.

Kepala eksekutif Google, Sundar Pichai mengeluarkan memo kepada para pegawainya untuk segera kembali ke AS mengingatkan bahwa perintah eksekutif Donald Trump bisa mencegah mereka untuk kembali ke Amerika Serikat. Setidaknya ada 187 karyawan Google yang lahir di luar AS dan menjadi imigran untuk memasuki Negeri Paman Sam. Hal ini akan sangat berpengaruh pada Google. Pichai juga menyatakan keprihatianannya terkait dampak perintah eksekutif tersebut pada para koleganya. Selain itu, ia juga menyatakan kekecewaannya terhadap setiap perintah eksekutif maupun proposal kebijakan lainnya yang dapat membatasi tim Google dan keluarga mereka dan juga bakat-bakat besar untuk masuk ke Amerika Serikat.

Dean Garfield, CEO Industry Technology Information Council mengatakan bahwa keputusan Donald Trump ini dikeluarkan tanpa peringatan. Hal ini memicu ketidakpastian untuk berbagai macam orang dan bukan hanya dalam sektor teknologi, tapi hampir seluruh sektor di Amerika Serikat.

error: Content is protected !!