Red Light District Amsterdam Akan Ditutup

Red Light District Amsterdam Akan Ditutup

Red Light District Amsterdam adalah kawasan prostitusi terbesar dan paling terkenal di Belanda. Baru-baru ini terdengar kabar bahwa pemerintah setempat perlahan-lahan akan menutupnya. Red Light Amsterdam sudah ada dari abad pertengahan.

Kawasan tersebut ada tempat dimana proses prostitusi dilegalkan dan dikhususkan untuk orang yang sudah dewasa. Banyak tempat berhubungan intim yang terbuka dan sangat vulgar disana. Tidak heran bagi orang yang sudah terbiasa tinggal di daerah sana. Mungkin bagi kita bisa jadi akan sangat terkejut melihatnya.

Akhir-akhir ini pemerintah Belanda mulai ingin mengambil tindakan terhadap kawasan tersebut. Terdengar kabar bahwa kawasan tersebut akan secara perlahan ditutup atau diganti fungsikan menjadi kafe “normal”. Berita tersebut didapati dari situs CNN Travel dan media Belanda. Khususnya Dutch News seperti dilihat oleh DetikTravel pada Jumat (19/05/2014). Sedang membahas rencana pemerintah Belanda itu.

Dimulai pada tahun 2008, saat itu Walikota Amsterdam yaitu Job Cohen membuat proyek 1012 (diberi nama sesuai kode pos wilayah Amsterdam). Proyek yang sudah dijalankan selama 10 tahun itu punya tujuan untuk mengubah citra Red Light District. Dari yang bersifat Dewasa dan Vulgar menjadi lebih sederhana dan bersahabat.

Beberapa langkah akan dilakukan, contohnya dengan menutup sebagian rumah bordil. Dari yang awal mulanya berjumlah 486 menjadi 300. Selain itu untuk yang belum ditutup diwajibkan untuk memasang gorden di kaca-kacanya sehingga tidak terlihat vulgar. Beberapa pekerja seks komersil pun mulai beralih profesi.

Tujuan ini dilakukan oleh pemerintah Belanda agar mengubah kehidupan mereka yang awalnya negatif menjadi positif. Contohnya, mereka bisa menjadi seniman, pramusaji dan koki. Rencana ini pun disambut antusias oleh para pekerja seks komersil. Dutch News juga sempat menuliskan kisah seorang mantan pekerja seks komersil bernama Gabija. Yang sudah beralih profesi menjadi penjual kue. Suatu hari ada lelaki yang bertanya padanya, “ada servis apa disni?”. Lalu dia dengan positif menjawab, “saya hanya menjual kue mufflin”.

Namun ada juga sebagian masyarakat Amsterdam yang menolak proyek 1012 ini. Mereka merasa kawasan dewasa Red Light District Amsterdam sudah dikenal dan sudah menjadi ciri khas Amsterdam. Misalnya, ada beberapa pengusaha rumah bordil yang tidak mau menjual lapaknya untuk dijadikan kafe normal atau toko perbelanjaan. Dengan cara menaikkan harga jual yang sangat tinggi dari harga normal.

Tapi pemerintah Belanda tak kehabisan cara. Mereka terus mencoba membuat Red Light District Amsterdam menjadi tempat yang lebih positif seperti rencana mereka pada awalnya. Dengan cara menekan angka prostitusi dan menekan angka kriminalitas disana. Jika proyek 1012 dimulai dari tahun 2008, maka tahun 2018 nanti bisa jadi tidak ada lagi Red Light District Amsterdam. Baca lainnya di detiktribun

error: Content is protected !!