Rizieq Shihab Ingin Disambut Seperti Ruhollah Khomeini

Rizieq Shihab dikabarkan akan pulang kembali ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Ia ingin pulang ke Indonesia untuk menghadapi penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Pornografi lewat pesan WhatsApp. Sugito Atmo Pawiro, kuasa hukum Habib Rizieq berharap, kepulangannya ke Indonesia akan disambut seperti tokoh Revolusi Iran Ruhollah Khomeini ketika kembali dari pengasingan ke Teheran pada 1979. Sugito yang saat ini mengaku sedang berada di Mekkah dan telah bertemu dengan Rizieq Shihab, mengonfirmasi kepada media BBC Indonesia bahwa pemimpin Front Pembela Islam (FPI) saat ini masih berada di Arab Saudi.

Polisi telah menaikkan status Pemimpin FPI ini dari saksi menjadi tersangka terkait kasus percakapan via WhatsApp yamg mengandung konten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dan Firza Husein. Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Menurut Sugito, Rizieq menghadapi penetapannya sebagai tersangka dengan santai dan tampak tidak memiliki beban. Hal ini dikarenakan menurut Sugito, penetapan dirinnya sebagai tersangka adalah fitnah yang harus dihadapi. Sugito juga mengatakan bahwa kasus ini adalah rekayasa hukum dan bukan fakta hukum.

Namun demikian, sikap pemimpin FPI, yang aktif turun dalam demonstrasi menentang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus penistaan agama, tidak memenuhi dua panggilan untuk diperiksa oleh polisi saat masih berstatus sebagai saksi. Sekarang, Polda Metro Jaya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Rizieq sebagai tersangka dalam kasus baladacintarizieq terkait konten pornografi. yang dikirimkan ke kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, apabila Rizieq Shihab belum juga memenuhi panggilan, maka polisi akan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO), kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Martinus Sitompul menambahkan bahwa kepolisian akan mengadakan rapat dan gelar perkara untuk menentukan apakah perlu meminta bantuan dari Interpol atau tidak. Saat ini para penyidik tengah tengah meminta masukan dari satuan-satuan kerja internal, terutama divisi hubungan internasional Polri mengenai perlunya menerbitkan red notice untuknya.

Sugito menanggapi hal ini dengan mempersilahkan kepolisian untuk mengeluarkan red notice. Menurut Sugito, pemerintah Arab Saudi sangat peduli terhadap umat Islam secara keseluruhan. Sehingga, ada kemungkinan bahwa red notice dari kepolisian Indonesia akan dikabulkan oleh pemerintahan Arab Saudi. Sugito juga menambahkan bahwa peristiwa ini hanya rekayasa politik dan bukan kejahatan yang membahayakan negara sehingga tidak termasuk kejahatan berat.

Alasan Rizieq Tidak Pulang ke Indonesia

Sugito mengungkapkan bahwa alasan Rizieq Shihab tidak langsung pulang ke Indonesia sejak berangkat ke Arab Saudi pada 26 April lalu. Ia mengatakan bahwa Rizieq menganggap kasus ini sebagai rekayasa dan fitnah terhadap dirinya dan ia ingin memantau perkembangannya dari luar negeri.

Saat dihubungi terkait isu akan ada pengerahan massa untuk penjemputan Rizieq, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengaku belum menerima informasi mengenai hal tersebut dari intelijen. Ada juga rumor yang mengatakan bahwa massa yang dikerahkan akan sangat banyak sehingga melumpuhkan bandara. Argo mengatakan bahwa polisi tidak mungkin membiarkan hal tersebut terjadi.

Menurut Sugito, Rizieq akan mencoba mengajukan praperadilan sebagai langkah hukum berikutnya. Rizieq akan melakukan Langkah ini akan diambil sebelum ia pulang ke Indonesia, berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Arab Saudi. Kuasa Hukum Rizieq akan membuat surat kuasa yang akan ditandatangani oleh Rizieq Shihab yang akan digunakan untuk mengajukan praperadilan untuk kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Pornografi lewat pesan WhatsApp.

Kasus baladacintarizieq hanyalah salah satu dari sejumlah perkara yang membelit Pimpinan FPI ini. Kasus lainnya yang dituduhkan kepada pimpinan FPI itu antara lain dugaan pencemaran nama baik Soekarno, dugaan penodaan Pancasila, dugaan penodaan agama Kristen, dan penghasutan mengenai gambar palu arit dalam pecahan uang rupiah.

Rizieq terus mengklaim dalam berbagai kesempatan bahwa dirinya merupakan korban kriminalisasi ulama. Menurutnya, apabila setiap persoalan kecil dilaporkan dimana – mana, maka akan timbul persepsi masyarakat adanya kriminalisasi yang pada akibatnya setiap kesalahannya sekecil apapun akan dilaporkan.

error: Content is protected !!