Rusia Umumkan Ujicoba Jet Tempur Diwilayah Eropa

Be Sociable, Share!
Rusia Umumkan Ujicoba Jet Tempur Diwilayah Eropa

Rusia Umumkan Ujicoba Jet Tempur Diwilayah Eropa. Krisis politik Eropa kian memanas, Kekhawatiran akan perang antara Rusia dan Negara Negara di Eropa semakin meningkat. Setelah Rusia Menyatakan akan melakukan uji coba sebuah teknologi jet tempur terbaru  Milik Rusia dalam waktu dekat.

Selang beberapa jam atas pernyataan tersebut. laporan keamanan negara negara Eropa memperingatkan tentang ancaman terkait aksi negeri beruang tersbut yang akan menguji coba Jet tempurnya di wilayah Eropa,

Diketahui, Rusia akan memperkenalkan sebuah armada militer terbarunya ke hadapan publik.

Dilaporkan, Presiden Vladimir Putin akan meneken pembelian Jet  tempur Sukhoi-57 sebanyak 12 unit, di mana nantinya akan siap digunakan oleh kesatuan militer Rusia pada 2018 mendatang.

Menteri Pertahanan Rusia, Yuri Borisov, menyebutkan sebanyak 10 unit jet tesebut di antaranya telah diujicobakan pada minggu ini.

“Kami membeli jet Sukhoi-57 untuk latihan perang. Tahap pertama latihan militer negara telah berhasil dilakukan belum lama ini. Percobaan lebih intensif akan kami lakukan dalam waktu dekat,” ujar Borisov.

Borisov mengatakan bahwa dibutuhkan pengujian selama dua hingga tiga tahun mendtang. Guna mengefektifkan penggunaan jet tempur di berbagai medan perang.

Diketahui Jet tempur Sukhoi-57  memiliki sistem teknologi aviasi yang mampu melakukan analisis situasi perang dalam waktu cepat. Selain itu, jet tempur Rusia  juga disebut memiliki kemampuan radar yang sangat modern. Dimana mampu mendeteksi kekuatan musuh, baik di darat maupun di udara maupun dari jarak sangat jauh.

Publikasi tahunan Laporan Keamanan Munich merilis sebuah artikel analisis berjudul “To the Brink – And Back”, yang berisi pembahasan tentang ancaman menurunnya komitmen terhadap perjanjian kontrol senjata, penempatan senjata tambahan, dan tensi latihan militer yang terus meningkat antara Rusia dengan  negara-negara Eropa.

Dalam menananya konflik di benua Eropa. Salah perhitungan serta kesalah pahaman sedikit saja Akan memicu terjadi konflik perang. Dan Konflik di Ukraina disebut memberi hambatan besar terhadap proses perdamaian antara Rusia dan negara-negara Barat lainnya

Hal itu diperpanas  dengan keputusan Amerika Serikat untuk memberikan dukungan maupun pasokan senjata kepada Ukraina. Sehingga Perdamaina di Eropa Timur terhambat dan berisiko menemui jalan buntu.

Bukan hanya itu, Kawasan Eropa Timur kini tengah dihadapkan pada situasi sulit. Yakni berada dalam perebutan pengaruh oleh Uni Eropa, NATO maupun pemerintah Rusia.

Uni Eropa pun kini dikabarkan tengah mengalami perdebatan di antara para anggotanya di wilayah timur. NATO memiliki sedikit kesempatan untuk merekrut anggota baru guna memperkuat pengaruhnya di kawasan Pan-Atlantik.

detiktribun

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!