Salam Natal dari Negeri Syariah Aceh

Salam Natal dari Negeri Syariah Aceh

Salam Natal dari Banda Aceh – Umat Kristen seluruh dunia hari ini sedang bersuka cita merayakan Natal 2016. Mereka berduyun-duyun menuju gereja. Semua larut dan khitmad mengikuti Hari Raya Natal.

Pemandangan yang juga terlihat pada umat Katolik di Banda Aceh mengisi berbagai gereja sejak pagi untuk melaksanakan ibadah Natal. Ratusan jemaat terlihat duduk rapi mengikuti ibadah Natal, Mereka larut dalam doa yang dipimpin oleh Pastor Shan Efran Sinaga

Anak-anak pun terlihat ceria sebelum ibadah mulai. Saling bercanda, berlari dan saling kejar penuh keceriaan. Semua larut dalam kegembiraan menyambut hari lahirnya juru penyelamat bagi umat Kristiani.

Ibadah Natal di Gereja Hati Kudus yang mengangkat tema sukacita Natal di tengah masyarakat yang beraneka ragam budaya nya. Ibadah Natal tersebut sudah dimulai sejak tadi malam. Bahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, ikut memantau memastikan kelancaran ibadah Natal di Banda Aceh.

Di sana sudah disiagakan puluhan personel Polisi, TNI, dan Brimob bersenjata sejak tadi malam untuk mengamankan perayaan Hari Raya Natal di Negri Syaraiah. Sudah terdapat 4.700 personel kepolisian ditambah anggota TNI disiagakan di gereja-gereja di Serambi Mekkah demi terciptanya keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal.

Kapolda Aceh, Irjen Rio Septianda Djambak ikut memantau setiap gereja di Banda Aceh untuk memastikan kenyamanan umat Kristiani beribadah. Ia memastikan perayaan Natal di Aceh berjalan aman, kondusif tanpa ada gangguan dari pihak mamnapun.

Ia juga memuji tingkat toleransi di Aceh yang berjalan baik sejak bertahun-tahun lalu. Tanpa ada konflik agama di Aceh yang bisa menciderai sikap toleransi, semua berjalan mulus dan semua agama bisa hidup berdampingan di Aceh.

Pastor Shan Efran Sinaga dalam khutbahnya mengingatkan seluruh jemaat agar bersuka cita dalam memperingati Natal 2016 ini. Dengan bersuka cita, Pastor meminta umat Katolik untuk terus meningkatkan dan menanam nilai-nilai toleransi beragama.

Dia bahkan memuji toleransi yang terbangun di Aceh, khususnya di Banda Aceh yang berjalan baik. Menurutnya, Aceh belum ada sejarah terjadi konflik beragama yang berunjung terjadi intoleransi. Semua bisa hidup rukun, damai, setara dan bisa menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Toleransi di Banda Aceh sangat baik, karena selama ini tidak pernah ada konflik agama di Aceh dan tidak ada tekanan apapun kami terima,” tutupnya.

 

Baca juga berita terkini lainnya di Detiktribun

error: Content is protected !!