Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Penyalah Gunaan Obat PCC

Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Penyalah Gunaan Obat PCC

Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Penyalah Gunaan Obat PCC. Badan Narkotika Nasional Provinsi Atau BNNP Sulawesi Tenggara menyampaikan jumlah pengguna obat PCC yang berada di Kendari terus bertambah.

Humas BNNP Sulawesi utara Adi Sak-Ray  nyebutkan. Untuk Saat ini tercatat 61 pasien telah dirawat di sejumlah rumah sakit di Kendari. mereka hilang kesadaran usai mengonsumsi obat terlarang ini.

Adi ada satu orang lagi yang meninggal diduga usai mengonsumsi obat terlarang tersebyt. Namun korban belum sempat dibawa ke rumah sakit.

“Ini kami dapat info satu orang meninggal, belum sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan, jadi belum terdata, Korban meninggal  berinisial R, pelajar SD kelas VI berusia 13 tahun. Dia Mau  sempat dibawa ke RS, tetapi sudah terlambat,” ujar Humas BNNP Sultra Adi Sak-Ray

Para korban akibat obat PCC di larikan kerumah sakit Rumah yaitu Rumah Sakit Bahteramas Prov. Sultra, Rumah Sakit Jiwa Kendari, Rumah Sakit Korem 143 Kendari, Rumah Sakit Bhayangkara Prov. Sultra, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari.

Untuk saat ini Balai Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), BNNP, dan BNNK berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memeriksa kandungan obat bertuliskan PCC. Pemeriksaan itu terkait  penyalahgunaan obat yang bertuliskan PCC yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Penyalah gunaan Obat PCC menyebabkan satu orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya harus dirawat di beberapa rumah sakit di Kendari. Hal ini di himbau kepada Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN

Kasus ini tengah ditanganin oleh pihak kepolisian guna untuk mengungkap peredaran dari obat obatan ini. Untuk badan pom beperan aktif dalam memberikan bantuan ahli serta ujicoba laboratorium

Diketahui Badan POM menurunkan tim untuk menelusuri kasus tersebut lebih lanjut dalam melakukan invetigasi dikarenakan dari segi penampilan obat PCC secara fisik yang beredar di kendari hampir mirip dengan Barang Buktiberada di Balaraja. Namun sudah di tanganin oleh Badan POM  pada 2 September 2016

Tablet Somadryl yang beredar di Belaraja tergolong dengan obat keras.  Mengingat dampak penyalahgunaannya lebih besar daripada efek terapinya, seluruh obat yang mengandung Karisoprodol dibatalkan izin edarnya pada tahun 2013 lalu.

detiktribun

error: Content is protected !!