Sedikit Tentang Gas Saraf VX, Senjata Pembunuhan Kim Jong-Nam

Baru – baru ini, kepolisian Malaysia menyatakan bahwa Kim Jong-Nam, saudara tiri dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, dibunuh dengan menggunakan gas saraf kimia VX. Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gas saraf merupakan zat yang paling beracun dan paling cepat bereaksi di antara senjata kimia lainnya. Gas Saraf VX merupakan yang paling mematikan di antara gas-gas saraf lainnya.

Menurut CDC, gas saraf VX dalam bentuk uap adalah bentuk paling mematikan dari gas pembunuh tersebut. VX bekerja dengan mematikan enzim yang membantu fungsi sistem saraf tubuh, sehingga akan menimbulkan kelelahan dan kegagalan pernapasan. Apabila terpapar VX dalam dosis tinggi bisa menyebaban kejang-kejang, kelumpuhan dan gangguan pernapasan yang mematikan.

 

Kim Jong-Nam diserang dua wanita di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 lalu. Menurut kepolisian Malaysia, Kim tewas tak lama setelah wajahnya diusap dengan racun gas saraf VX. Disebutkan kepolisian Malaysia, setelah diserang kedua wanita itu, Kim mendekati seorang petugas di meja informasi bandara dan mengatakan dirinya merasa pusing. Dia kemudian meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengklasifikasikan bahan kimia ini sebagai senjata pemusnah massal. Menurut Pusat Biologi Kimia Edgewood Militer Amerika Serikat, gas saraf VX tidak memiliki rasa dan tidak memiliki bau. Zat kimia ini telah dinyatakan terlarang untuk digunakan sesuai dengan Konvensi Senjata Kimia, kecuali untuk keperluan riset, medis atau farmasi. Gas saraf VX ini bisa diproduksi dalam bentuk cair, krim ataupun aerosol. Jika terserap dalam dosis besar, racun ini bisa mematikan setelah 15 menit. Karena itulah bahan kimia ini dikenal sebagai gas saraf paling beracun di dunia.

Kepolisian Malaysia saat ini tengah menyelidiki apakah gas saraf VX tersebut dibawa dari luar negeri ke Malaysia atau diproduksi di dalam negeri. Sebelumnya pada tahun 2015, sisa-sisa gas saraf sarin dan VX ditemukan di sebuah lokasi riset militer di Suriah, yang belum dilaporkan ke badan pengawasan senjata kimia global. CDC yakin gas saraf VX pernah digunakan sebagai senjata kimia dalam perang Iran – Irak pada tahun 1980 silam.

error: Content is protected !!