Sejarah Berdirinya VietJet Air

Be Sociable, Share!

Maskapai asal Vietnam, VietJet Air, dikenal dengan pramugarinya yang memakai bikini di atas pesawat. Dalam waktu singkat, maskapai Negeri Lumbung Padi ini sudah cukup dikenal masyarakat. Baru – baru ini, tepatnya pada 28 Februari 2017, Maskapai ini telah melakukan Initial Public Offering (IPO) ke pasar modal dan membuat pemilik saham terbesarnya, Nguyen Thi Phuong Thao, menjadi wanita terkaya di Vietnam. Berdasarkan data Forbes, kekayaan Nguyen Thi mencapai USD 1,7 miliyar.

Nguyen Thi merupakan lulusan salah satu universitas di Moskow, Rusia. Ia pulang kembali ke Vietnam sekitar satu dekade yang lalu. Nguyen Thi memang sudah mempunyai keinginan untuk memiliki perusahaan sendiri. Ia pun memulai bisnisnya dengan melakukan berbagai investasi di sektor perbankan dan properti di kota – kota besar Vietnam.

Saat melakukan bisnis perdagangan komoditas antar negara, Nguyen Thi berpikir untuk meluncurkan maskapai sendiri. Ia yakin bahwa jumlah pengguna pesawat di Vietnam akan bertambah seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi. Berawal dari ide inilah lahir maskapai berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) swasta pada Desember 2011 di Vietnam, VietJet Air.

Nguyen Thi sudah mendapatkan izin terbang untuk maskapainya sejak tahun 2007. Namun, VietJet Air baru diluncurkan pada 2011 karena harga minyak saat itu sangat tinggi. Sebelumnya, Nguyen Thi sempat mengajak AirAsia untuk bekerja sama. Namun akhirnya niatnya ini dibatalkan dan ia meluncurkan maskapainya sendiri. Nguyen Thi Phuong Thao dan Suaminya Nguyen Thanh Hung memiliki mayoritas saham VietJet Air melalui perusahaan Sovico Holdings.

Perkembangan VietJet Air pun bisa dibilang sangat pesat. Setelah idenya untuk menambahkan program yang mendandani pramugarinya dengan bikini untul rute dan acara tertentu, perkembangan maskapai ini pun semakin cepat. Kesuksesan ini dapat dilihat dari perbandingan omzet VietJet Air antara tahun 2015 dengan tahun 2016. Pada akhir tahun 2016 lalu, VietJet Air mencetak rekor omzet sebesar 27,5 triliun dong atau sekitar 16 triliun rupiah. Omzet ini naik 39% bila dibandingkan dengan omzet yang diraih pada tahun 2015. Sekarang ini, VietJet Air melayani 300 penerbangan setiap harinya untuk 63 rute domestik dan 24 rute internasional. VietJet Air sekarang memiliki 45 armada jet.

Nguyen Thi selalu mempunyai target yang besar. Ia juga mengatakan kepada Forbes bahwa ia tidak pernah melakukan bisnis dalam skala kecil. Ia membuktikannya dengan selalu melakukan transaksi bisnis dengan jumlah yang besar. Belakangan ini tersebar kabar bahwa VietJet Air telah melakukan pemesanan 200 pesawat dengan jenis Airbus dan Boeing. Nilai pesanan ini diketahui mencapai 23 miliar dolar US atau sekitar 300 triliun rupiah.

Be Sociable, Share!
error: Content is protected !!