SEMANGAT CARI NAFKAH UNTUK IBU DAN TUJUH ADIKNYA

SEMANGAT CARI NAFKAH UNTUK IBU DAN TUJUH ADIKNYA

SEMANGAT CARI NAFKAH UNTUK IBU DAN TUJUH ADIKNYA : Derita yang seolah tiada akhirnya. Mungkin inilah yang tengah dirasakan para pengungsi muslim Rohingnya sejak beberapa waktu terakhir. Meski begitu para muslim Rohingnya begitu sabar dan tabah dalam menerima kenyataan hidup yang harus mereka hadapi. Tinggal di pengungsian dengan segala keterbatasan tak lantas membuat para muslim Rohingnya mengeluh apalagi putus asa.

Seorang anak bernama Nur Hafes yang kini berusia 12 tahun berbesar hati membantu ibu dan tujuh adiknya. Mencari nafkah selama di pengungsian di kamp Palong Khali Bangladesh. Berbekal sebuah payung Hafes akan bekerja dan mencari nafkah buat keluarganya. Setiap hari sejak pagi hingga sore hari. Hafes akan menawarkan jasa ojek payung untuk orang-orang yang berkunjung ke kamp pengungsian di mana ia tinggal.

Dari pekerjaannya inilah setiap harinya Hafes bisa membawa uang buat ibu dan tujuh adiknya sebanyak 50 sampai 100 Taka atau setara dengan 0,6 dollar sampai 1 ,1 dollar (Rp 8 sampai 15 ribu). Tak jarang Hafes juga akan pulang dengan tangan hampa tanpa sepeser uang untuknya dan keluarganya. Uang yang diperolehnya inilah nantinya dibuat membeli makanan atau minuman sehari-hari.

Hafes sendiri telah menjadi tukang ojek payung di pengungsian sejak dua bulan lalu. Tak hanya menjadi tukang ojek payung anak yang mengaku sangat suka sekolah dan bermain sepak bola ini. Juga rajin membentu orang-orang di sekitarnya. Ia menjadi salah satu anak dengan usia masih sangat belia namun memiliki pemikiran yang cukup dewasa.

“Saya tahu dia masih sangat belia tapi dia telah mengerti apa itu tanggung jawab. Dia bertingkah tidak lagi seperti anak kecil dia telah tumbuh menjadi anak yang dewasa,” Kata ibu Hafes Rabia Khatun. Selain mencari nafkah untuk keluarganya beberapa kabar yang ada menyebutkan bahwa Hafes juga melindungi keluarganya dengan baik. Anak ini bahkan sering mengajak ke tujuh adiknya bermain dan belajar bersama di kamp pengungsian dan juga bersama temannya.

error: Content is protected !!